Mahasiswa dan Pemuda Ujung Tombak Indonesia Lakukan Perubahan

Jenderal Tito Karnavian menerima cineramata usai memberikan kuliah umum di UIN Raden Fatah. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pada era milinial seperti sekarang ini, mahasiswa dan pemuda adalah ujung tombak bagi negara Indonesia untuk melakukan perubahan yang lebih baik lagi kedepannya. Dimana kemiliteran bukan lagi senjata dalam mengambil alih sebuah negara, dikarenakan kemiliteran tidak bisa seenaknya digunakan di zaman demokrasi saat ini.

Hal ini diungkapkan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian saat menjadi narasumber pada kuliah umum dalam Kongres ke-4 yang diikuti 100 BEM Perguruan Tinggi Agama Islam se-Indonesia di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Rabu (11/10/2017).

Menurut Kapolri, para mahasiswa dan kaum muda adalah calon pemimpin Indonesia. Dari itu mahasiswa dan pemuda tidak bisa dipungkiri akan menjadi ujung tombak gerakan perubahan, seperti yang terjadi pada tahun 1908 yakni gerakan Budi Oetomo, tahun 1928 gerakan Sumpah Pemuda. Bahkan pada kemerdekaan tahun 1945 juga dibantu oleh pemuda dan terakhir, pada tahun 1998 saat pergantian sistem politik dan demokrasi yang juga dibantu oleh mahasiswa dan pemuda.

Baca Juga :   Gunakan Anggaran APBD Pemkot, Oknum Pejabat Bisa Jadi Tersangka

Ia melanjutkan, para pemuda dan mahasiswa ini diharapkan berperan aktif agar bisa memenangkan pertarungan global, dalam hal ini pertarungan ekonomi di tengah globalisasi dan demokrasi. Sebab, perekonomian menjadi senjata dalam mengambil alih suatu negara. Untuk itu, permasalahan perekonomi dapat menyebabkan konflik seperti kecemburuan sosial akibat kesenjangan ekonomi, sehingga dapat menyebabkan perpecahan.

“Untuk menghindari itu perlu pembangunan yang merata hingga perekonomian pun baik, kaum muda dan mahasiswa inilah yang harus berperan dengan cara memiliki pendidkan, yang cukup untuk membawa Indonesia lebih baik kedepannya,” ungkap Kapolri.

Ditambahkannya, peran pemuda dalam membantu menjaga stabilitas politik dan keamanan sangat dibuhkan, serta membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi saat ini pertumbuhan Indonesia sedang baik, yakni; di atas 5 persen. Namun, ini harus terus ditingkatkan.

“Jika ini dilakukan dan dibantu pemuda, maka tahun 2045 mendatang Indonesia mampu menjadi negara terkuat nomor empat di dunia. Kita berharap, peran pemuda bisa muncul lagi di era milenial sekarang ini,” harapnya.

Baca Juga :   50 Bus Baru Transmusi Tiba di Palembang

Meski demikian, untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan, jangan sampai terjadi konflik apalagi konflik besar yang bisa melemahkan negara Indonesia.

“Kalau kita tidak solid, negara kita akan kalah dari negara yang solid secara internal, pertumbuhan ekonomi harus didongkrak oleh pemuda yang berkemampuan dan memilki pendidikan tinggi. Indonesia berpotensi menjadi negara terkuat, karena memenuhi tiga aspek yakni; angkatan kerja yang besar, Sumber Daya Alam (SDA) yang banyak untuk bahan baku produksi dan luas teritorial yang mampu menampung produksi tersebut,” tandasnya. (rgn)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Cegah Penyebaran Covid-19, Feby Deru Bagi-bagi Face Shield ke Tiga Pasar Tradisional

Palembang, KoranSN Setelah beberapa waktu lalu membagikan face shield (perisai wajah/tutup muka) ke sejumlah pasar …