Home / Headline / Mahasiswa Polsri Tewas Saat Ikuti Diklatsar Pecinta Alam

Mahasiswa Polsri Tewas Saat Ikuti Diklatsar Pecinta Alam

Suasana rumah duka korban Haris Fuady mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya yang tewas saat mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himpala) di kawasan Gandus Palembang. Tampak juga, jenazah korban saat akan dimakamkan. (foto-foto/dedy/koransn/polresta palembang)

Palembang, KoranSN

Haris Fuady (19), warga Jalan Jambu RT10 RW 02 Sukorejo Kelurahan 8 Ilir Kecamatan IT II Palembang, yang merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) semester tiga jurusan teknik mesin, Sabtu malam (2/12/2017) pukul 22.00 WIB meninggal dunia, saat mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Angkatan XIX Tahap I Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himpala) Bahtera Buana Politeknik Negeri Sriwijaya.

Kejadian tersebut terjadi saat korban dan rekan-rekannya sesama mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya sedang melakukan Diklatsar Himpala, di kawasan Mekarsari Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus Palembang. Sebelum meninggal dunia, koban diduga sempat kesurupan hingga akhirnya tewas.

Kapolsek Gandus, AKP Aidil Fitriansyah, Minggu (3/12/2017) mengatakan, sebelum meninggal dunia korban sempat dibawa oleh rekan-rekannya ke salah satu rumah ustad yang berada di kawasan Gandus. Namun setiba di lokasi ustad itu sedang tidak ada di rumah, karena sedang mengisi ceramah. Sementara korban diletakan di kediaman ustad tersebut, hingga akhirnya korban meninggal dunia.

“Tak lama kemudian, ustad bernama Taufik tersebut tiba di rumahnya. Mengetahui korban meninggal dunia, selanjutnya ustad melapor ke Polsek Gandus, hingga kita bersama Tim Identifikasi Polresta Palembang mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum. Jadi dari keterangan rekan-rekan korban, diketahui jika sebelum kejadian korban diduga kesurupan. Sedangkan hasil dari visum rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Kapolsek.

Sementara Apri (35), kakak ipar korban Haris Fuady saat dijumpai di rumah duka mengungkapkan, dirinya mewakili pihak keluarga korban menyatakan jika kepergian korban sudah musibah. Bahkan pihak keluarga korban tidak membuat laporan ke pihak kepolisian terkait kejadian tersebut.

“Meskipun demikian, kami mengikuti peraturan yang diminta polisi. Seperti visum luar pada jenazah korban. Dimana hasil dari visum dinyatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Almarhum, dan korban meninggal dunia diduga karena kelelahan saat mengikuti pendidikan dan latihan dasar. Sebab, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan latihan fisik seperti lari. Jadi, kami menduga korban kelelahan,” ujarnya.

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Pemkot Palembang Diminta Tuntaskan Dugaan Pungli di Pasar Cinde

Pelmbang, KoranSN Ratusan pedagang Pasar Cinde mendatangi Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Senin (11/12/2017). Kedatangan ...

error: Content is protected !!