Home / Headline / Mahasiswi PGRI Palembang yang Tewas di Sungai Musi Diduga Loncat dari Musi IV

Mahasiswi PGRI Palembang yang Tewas di Sungai Musi Diduga Loncat dari Musi IV

Pihak kepolisian Sat Polair Polresta Palembang mengevakuasi jenazah Inta Ferin yang ditemukan di Sungai Musi, tepatnya di depan dermaga Pelabuhan Boombaru. (Foto-Sat Polair Polresta Palembang)

Palembang, KoranSN

Inta Ferin (30), mahasiswi Universitas PGRI Palembang yang ditemukan tewas mengapung di Sungai Musi, tepatnya di depan dermaga Pelabuhan Boombaru Palembang, diduga tewas akibat bunuh diri dengan loncat dari atas Jembatan Musi IV Palembang.

Direktur Polair Polda Sumsel , Kombes Pol Imam Thabroni melalui Kasubdit Gakkum AKBP Munaspin mengatakan, untuk penyebab tewasnya korban Inta Ferin yang jenazahnya ditemukan di Sungai Musi dikarenakan korban diduga loncat dari Jembatan Musi IV.

“Jadi diduga korban loncat dari atas Jembatan Musi IV lalu korban tenggelam di Sungai Musi dan meninggal dunia. Namun untuk kepastiannya, kami masih melakukan penyelidikan,” ungkap Munaspin.

Dikatakannya, sebelum korban ditemukan tewas di Sungai Musi, dihari sebelumnya orang tua korban telah membuat laporan hilangnya korban di Polresta Palembang.

“Dan pagi tadi kami jajaran Polair menemukan jenazah korban sudah dalam kondisi meninggal dunia mengampung di Sungai Musi, tepatnya di depan dermaga Pelabuhan Boombaru,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, saat ditemukan identitas korban belum diketahui alias Mrs X, sehingga jenazah korban dibawa ke ruang forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Setiba jenazah korban di rumah sakit, keluarganya datang melihat jenazah korban. Dan dari keterangan orang tua korban dan dokter forensik, dipastikan mayat Mrs X tersebut, yakni Inta Ferin yang statusnya mahasiswi PGRI Palembang,” tandasnya.

Baca Juga :   Siswa Berkebutuhan Khusus Tetap Bersemangat Ikuti Ujian Nasional Tingkat SD

Sementara Andika (20), teman korban Inta Ferin saat ditemui di Rumah Sakit Bayangkara Palembang mengatakan, jika diduga korban meninggal dunia karena loncat dari atas Jembatan Musi IV Palembang.

“Saya ini teman korban dan kosan kami tidak berjauhan. Selain itu rumah saya dan rumah korban di Jalur Banyuasin bersebelahan, jadi sejak kecil kami sudah berteman karena bertetangga” katanya.

Menurutnya, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban awalnya hilang dari kosan pada Rabu (30/10/2019).

“Saat itu saya bersama ayah korban dan teman kosan korban menemukan handphone korban di dalam kamarnya. Lalu kami mengecek handphone tersebut hingga diketahui jika korban pergi dari kosan dengan memesan ojek online tujuan Jembatan Musi IV Palembang,” ungkapnya.

Melihat hal tersebut lanjutnya, ia bersama teman kosan korban langsung mengecek ke Jembatan Musi IV.

“Setiba di Jembatan Musi IV saat itu kami menemukan tas korban dan sandal korban. Dari itulah kemudian orang tua korban melapor ke Polresta Palembang,” terangnya.

Lebih jauh dikatakannya, sepengetahuannya sebelum korban hilang dan ditemukan tewas di Sungai Musi, korban sempat mengeluh penyakit mata yang dideritanya.

“Bahkan saat itu ayah korban mengirimkan uang Rp 30 juta untuk korban berobat. Namun ternyata uang tersebut tidak digunakan korban berobat, sebab dari kamar kosan korban, ayah korban menemukan uang Rp 30 juta tersebut di dalam lemari kamar. Nah, mungkin akibat penyakit mata yang diderita korban inilah yang membuat kejadian ini terjadi,” tutupnya.

Baca Juga :   Ratusan Ribu Bukuh Nikah Dimusnahkan

Diberitakan sebelumnya, Inta Ferin (30), mahasiswi Semester V Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas PGRI Palembang, Jumat (1/11/2019) pukul 06.45 WIB ditemukan tewas mengapung di Sungai Musi, tepatnya di depan dermaga Pelabuhan Boombaru Palembang.

Pihak kepolisian Sat Polair Polresta Palembang yang mendapati informasi dari nelayan terkait penemuan jenazah korban langsung mendatangi TKP.

Setiba di lokasi, pihak kepolisian mengevakuasi jenazah korban dan membawa jenazah ke Rumah Sakit Bayangkara Palembang.

Gatot Marjuki (47), warga Desa Rejosari Jalur 14 Kecamatan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin selaku ayah dari korban membenarkan, jika jenazah tersebut merupakan anaknya Inta Ferin yang sebelumnya sudah dilaporkan dirinya ke Polresta Palembang karena hilang dari kosan.

“Benar dia adalah anak saya,” ujarnya berlinang air mata saat ditemui di ruang forensik Rumah Sakit Bayangkara Palembang.

Menurut Gatot, anaknya tersebut hilang dari kosan yang berlokasi di belakang Universitas PGRI Palembang pada Rabu sore (30/10/2019).

“Selama ini anak saya mengeluh sakit mata. Kemudian saya bawa ke rumah sakit mata, dan kata dokter jika putri saya mengalami iritasi di matanya. Karena penyakit mata tersebut sudah kurang lebih dua bulan dideritanya, makanya selama ini anak saya cemas, itu saja yang menjadi keluhan anak saya,” ungkapnya.

Humas Universitas PGRI Palembang, Dr Mulyadi MA membenarkan jika korban Inta Ferin merupakan mahasiswi Universitas PGRI Palembang.

“Korban saat ini Semester V Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Dengan kejadian ini, kami Universitas PGRI Palembang sangat prihatin,” katanya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Warga Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel

Palembang, KoranSN Forum Persatuan Pecinta Habib dan Ulama Kota Palembang, Jumat (15/11/2019) melaporkan ‘DS’, warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.