Home / Headline / Mahasiswi Unsri Tewas Ditabrak di Dalam Kampus

Mahasiswi Unsri Tewas Ditabrak di Dalam Kampus

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia

Syukuran Hari Jadi Kota Palembang ke 1336 Tahun
Tampak kondisi mobil minibus yang menabrak sepeda motor korban di dalam Kampus Unsri. (foto-satlantas polres ogan ilir)

Palembang, KoranSN

Nidya Glorya Karenina (19), mahasiswi Semester IV Fakultas Hukum Unsri, Selasa (9/4/2019) tewas usai sepeda motor yang ditumpanginya ditabrak dari belakang oleh mobil jenis minibus yang dikemudikan oleh Ardian (60), pensiunan karyawan Fakultas Pertanian Unsri.

Kejadian yang menewaskan korban yang tercatat sebagai warga Jalan Ledeng Kecamatan Mentok Bangka Belitung ini terjadi saat korban dibonceng sepeda motor oleh teman kuliahnya Maridah (19), warga Syech M Jamil Kota Panjang Padang Sumatera Barat.

Atas kejadian ini, korban Maridah hanya menderita luka memar dan lecet hingga dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan untuk korban Nidya Glorya Karenina yang tewas di lokasi kejadian, jenazahnya dibawa oleh petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan visum.

Kasat Lantas Polres Ogan Ilir, AKP Desy mengatakan, kecelakaan yang mengakibatkan korban Nidya Glorya Karenina tewas dan korban Maridah terluka bermula saat kedua korban pukul 08.40 WIB berboncengan mengendarai sepeda motor datang dari pintu masuk gerbang utama Unsri Indralaya. Setiba di lokasi kejadian, korban Maridah yang mengemudikan sepeda motor memperlambat laju kendaraannya karena ada ‘polisi tidur’.

“Disaat itulah sepeda motor korban ditabrak mobil jenis minibus yang dikemudikan oleh Ardian dari arah belakang, sehingga membuat korban Maridah yang mengemudikan motor terpental. Sementara untuk korban Nidya Glorya Karenina terlindas ban belakang sebelah kanan mobil, bahkan saat kejadian mobil tersebut menyeret korban Nidya Glorya Karenina dan sepeda motor sejauh 30 meter,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kasat, akibat kecelakaan tersebut korban Nidya Glorya Karenina meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan korban Maridah selamat hanya menderita luka memar dan lecet.

“Untuk pengemudi mobil minibus yang menabrak korban kini telah kami amankan di Polres Ogan Ilir dan masih dalam pemeriksaan. Kemudian untuk penyebab mobil itu menabrak sepeda motor korban dari belakang, itu masih kami dalami,” tandas Kasat.

Baca Juga :   Jadi Mucikari, Oknum Mahasiswa di Palembang Ditangkap
Goedmen Parsaoran Tampunolon ayah dari korban Nidya Glorya Karenina saat berada di RS Bhayangkara Palembang.

Terpisah, di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang tampak Goedmen Parsaoran Tampunolon (40), ayah korban Nidya Glorya Karenina shock ketika tiba di depan ruang forensik hendak melihat jenazah korban.

“Mana anak saya, mana anak saya,” ujar ayah korban sembari menangis dan masuk ke dalam ruangan jenazah.

Mayor S Bangun (45), paman korban Nidya Glorya Karenina mengatakan, pihak keluarga sudah pasrah dengan kejadian yang menewaskan korban.

“Goedmen Parsaoran Tampunolon ayah korban merupakan adik saya, jadi saya paman korban. Sedangkan untuk jenazah Nidya Glorya Karenina usai diperiksa di RS Bhayangkara Palembang selanjutnya kami bawa ke Bangka. Sebab, rumah korban di sana, karena ayahnya yakni Goedmen Parsaoran Tampunolon ini merupakan anggota TNI AL yang bertugas di Bangka,” ungkapnya.

Masih dikatakan paman korban, jika pihak keluarga meminta kepada pihak kepolisian Polres Ogan Ilir agar pengemudi mobil yang menabrak korban dapat diroses hukum yang berlaku.

“Kami ikhlas karena kejadian ini sudah kehendak dari Tuhan. Namun kami pihak keluarga berharap supaya penabrak keponakan saya ini dihukum sesuai perbuatannya,” tegasnya.

Pantauan di RS Bhayangkara Palembang, selain pihak keluarga tampak juga mahasiswa Unsri yang merupakan teman kuliah korban mendatangi rumah sakit.

Arikson (19), mahasiswa Unsri mengatakan, ia dan teman-temannya datang ke RS Bhayangkara setelah mendapat kabar kecelakaan yang dialami oleh korban Nidya Glorya Karenina.

“Kalau kronologis kejadiannya kami tidak tahu, sebab kami mendapat kabar duka ini usai kecelakaan terjadi. Dari itulah saya dan teman-teman menyewa bus datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi korban yang dikabarkan telah meninggal dunia,” ungkap mahasiswa Semestar IV Fakultas Hukum Unsri ini.

Melda (19), Mahasiswi Unsri Jurusan Agribisnis menambahkan, jika dirinya merupakan teman satu kost korban. Dirinya mengetahui korban meninggal dunia setelah mendapat kabar dari teman-temannya sesama mahasiswa Unsri.

Baca Juga :   Kawanan Pengedar Narkoba Diringkus

“Saya adalah teman kosan korban Nidya Glorya Karenina, saya tidak ada firasat jika korban kini telah meninggal dunia usai kecelakaan di dalam kampus Unsri tersebut terjadi. Hanya saja, sebelumnya korban memang sakit demam selama tiga hari dan baru hari ini (kemarin) korban berangkat kuliah,” ujarnya.

Rektor Unsri, Prof Dr Ir H Anis Saggaf saat berada di RS Bhayangkara Palembang mengatakan, kecelakaan yang membuat korban Nidya Glorya Karenina meninggal dunia benar terjadi di dalam lingkungan Kampus Unsri Indralaya.

“Ada dua korban yang keduanya merupakan mahasiswa kami di Fakultas Hukum. Kalau yang meninggal dunia, yakni korban Nidya Glorya Karenina sedangkan satu korban lagi Maridah yang kini dirawat di RS Siloam Palembang karena menderita luka memar dan lecet,” katanya.

Menurut Anis Saggaf, dirinya tidak menyangka kecelakaan tersebut bisa terjadi. Apalagi selama ini semua kendaraan yang melintas di dalam lingkungan kampus selalu berjalan pelan.

“Memang di lokasi kecelakaan yang membuat korban meninggal dunia ini terdapat jalan pentasan yang sering digunakan masyarakat. Dengan adanya kejadian ini, maka kedepan jalan pentasan tersebut akan kami tutup,” ujarnya.

Diungkapkannya, adapun pengemudi mobil yang menbarak sepeda motor korban yakni pensiunan karyawan di Fakultas Pertanian Unsri.

“Nama pengemudi mobil tersebut Ardian, kini yang bersangkutan telah diamankan pihak kepolisian karena kasus kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan Polres Ogan Ilir,” tandasnya.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang, Kompol Dr Mansuri mengungkapkan, dari hasil visum luar terhadap jenazah korban Nidya Glorya Karenina didapati luka yang cukup parah di bagian kepala. Selain itu, di tubuh korban juga terdapat luka lecet akibat terseret.

“Dari luka-luka ini yang membuat korban meninggal dunia yakni luka di bagian kepala, karena lukanya cukup serius,” pungkas Dr Mansuri. (ded/man)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Satres Narkoba Polres Lahat Babat Habis Bandar Narkoba

Lahat, KoranSN Setidaknya dalam dua pekan terkahir Satres Narkoba Polres Lahat menangkap para bandar Narkoba …

Satu Komentar

  1. Avatar

    Banyak yg bisa dipertanyakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.