Rabu , November 21 2018
Home / Headline / Makan Pempek di Dr M Isa, Jantung Sandy Ditusuk Pisau

Makan Pempek di Dr M Isa, Jantung Sandy Ditusuk Pisau

Eko Yuliansyah saat diamankan di Polsek IT II Palembang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Sandy Afrizal (38), warga Jalan Dr M Isa Gang Murni Kelurahan Kuto Batu Kecamatan IT III Palembang, Senin (3/8/2018) pukul 16.30 WIB tewas usai pisau yang ditusuk oleh tersangka Eko Yuliansyah (27) ke tubuhnya menembus jantung korban. Sekitar 1×24 jam usai kejadian tepatnya Selasa (4/8), tersangka berhasil ditangkap pihak kepolisian Polsek IT II Palembang.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Dr M Isa Lorong Bendung Jaya Kelurahan Kuta Baru Palembang ini dibekuk di kawasan Kenten, ketika hendak melarikan diri ke Lampung. Tersangka terpaksa dilupuhkan petugas dengan timah panas lantaran saat ditangkap Eko melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri.

Kapolsek IT II Palembang, Kompol Milwani didampingi Kanit Reskim Ipda Novel Siswandi Kurniawan, Kamis (5/8/2018) mengatakan, pembunuhan korban dilakukan tersangka Eko saat korban sedang makan pempek di kawasan Jalan Dr M Isa. Dimana saat itu, tersangka langsung menikam korban dari arah belakang.

“Korban ditusuk satu kali tepat di belakang tubunya, karena pisau yang digunakan tersangka cukup panjang hingga pisau tersebut menembus jantung korban. Akibatnya korban meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit,” kata Kapolsek dalam ungkap kasus di Mapolsek IT II Palembang.

Masih dikatakan Kapolsek, adapun motif penusukan korban karena tersangka sakit hati dan dendam terhadap korban. Sebab, dari keterangan tersangka jika korban sebelumnya sempat melontarkan kata-kata yang menyinggung dan korban diduga juga mengancam tersangka dengan pisau.

“Karena itulah korban sakit hati dan dendam. Sehingga saat kejadian korban pulang ke rumah mengambil pisau. Setelah itu tersangka mencari keberadaan korban hingga korban terlihat sedang makan pempek, dan ketika itulah korban ditikam dari belakang hingga korban pun tewas,” paparnya.

Lanjut Kapolsek, usai kejadian pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka. Hasilnya, tersangka ditangkap saat sedang berada di kawasan Kenten.

“Dalam penangkapan tersebut kami terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kaki tersangka. Sebab saat akan ditangkap tersangka melakukan perlawanan untuk mencoba melarikan diri. Hal ini dikarenakan ketika itu tersangka sudah berniat hendak melarikan diri ke Lampung. Kini tersangka sudah diamankan di Polsek IT II untuk dilakukan proses hukum, dan dalam kasus ini tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 351 KUHP ayat (3),” tandas Kapolsek.

Sementara tersangka Eko Yuliansyah mengatakan, jika dirinya dan korban sama-sama kenal sebab kediaman mereka tidak berjauhan. Dirinya mengaku nekat menikam korban menggunakan pisau karena sakit hati dan dendam terhadap korban.

“Saya bekerja sebagai juru parkir (Jukir) di kawasan Pasa Kuto. Saat sedang bekerja, saya sering bertemu dengan korban yang sedang duduk-duduk di pasar. Setiap kali bertemu korban selalu menacungkan pisau yang dibawanya sambil mengatakan jika saya ini bodoh. Bukan hanya itu, setiap bertemu korban juga selalu mengatakan kepada saya dengan kata-kata ‘ngapo kau lihat-lihat, dak seneng apo samo aku’. Karena kesabaran saya habis, makanya saat kejadian saya pulang ke rumah mengambil pisau,” ungkap tersangka.

Menurut tersangka, usai mengambil pisau selanjutnya dirinya keluar rumah mencari korban. Awalnya, korban tidak ditemukannya, namun setelah dirinya berkeliling akhirnya korban dilihatnya sedang makan pempek di pinggir jalan.

“Ketika itulah dari arah belakang korban saya tikam hingga korban jatuh tersungkur bersimbah darah. Usai menikam korban saya melarikan diri ke kawasan Kenten dengan menumpangi angkot. Memang rencananya usai dari Kenten saya mau langsung kabur ke Lampung, akan tetapi saya keburu ditangkap polisi,” tutup tersangka Eko. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Acun dan Fran, Eksekutor Pembunuhan Sadis Driver Taksi Online Gemetar Dengar Suara Tembakan

Palembang, KoranSN Acundra alias Acun (21), warga Dusun V Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo dan ...

error: Content is protected !!