Manggarai Barat Fokus Kembangkan Kawasan Wisata Baru di Luar TNK

Sejumlah wisatawan berusaha mendaki ke puncak bukit pulau Padar, Manggarai Barat. (foto-antaranews)

Kupang, KoranSN

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui dinas kebudayaan dan pariwisata pada 2020 akan fokus untuk mengembangkan serta memperkenalkan destinasi baru yang berada di luar kawasan wisata taman nasional komodo (TNK).

“Ada tiga destinasi wisata di luar kawasan TNK yang akan kami kembangkan dan promosikan yakni tempat wisata Istana Ular, Gua Rangko dan Sano Limbung,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Manggarai Barat Agustinus Rinus, kepada ANTARA saat dihubungi dari Kupang, Selasa.

Ia mengatakan hal ini terkait dengan target serta pengembangan sektor pariwisata khususnya kawasan wisata baru di daerah itu yang belum dikenal oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Menurut dia pengembangan tiga lokasi wisata baru itu tentu saja akan membantu masyarakat yang berada di lokasi itu untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya.

Baca Juga :   Eksotisnya Milan, Kota Mode yang Pesonanya Tak Pernah Habis

Ia mengaku upaya pengembangan dan penataan kawasan wisata baru itu sangatlah penting karena memang saat ini Labuan Bajo menjadi kawasan wisata super priortas.

“Nah ini juga dalam upaya pengembangan wisata super premium Labuan Bajo,” ujar dia.

Tujuan pengembangan kawasan lokasi wisata baru itu bertujuan agar wisatawan yang ekonominya pas-pasan bisa berwisata di obyek wisata di luar dar kawasan wisata Komodo yang harganya dinilai sangat mahal.

Gusti mengaku kunjungan wisatawan pada obyek wisata yang ada di luar TNK dari tahun ke tahun meningkat pesat. Penataan yang lebih baik diharapkan bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan.

Pada tahun 2019 misalnya kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo mencapai 184.208 orang. Jumlah itu mengalmai peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan kondisi 2018 yang hanya mencapai 163.807 wisatawan.
Agustinus menambahkan bahwa pengembangan kawasan wisata di luar kawasan TNK itu akan dibuat senyaman mungkin mulai dari jalan dan lainnya yang membuat wisatawan yang berwisata merasakan kenyamanan.

Baca Juga :   Diduga Peninggalan Purbakala, Bata Khas Candi Bumi Ayu Ditemukan di Makam Warga

“Kami juga tak ingin masyarakat Manggarai Barat menjadi penonton, oleh karena itu kita akan latih dan harapkan mereka juga bisa menyiapkan kerajinan tangannya agar bisa dijual kepada wisatawan sehingga mampu meningkat perekonomian,” tutur dia. (antara/ima)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Keraton Kasepuhan Cirebon Ditutup

Cirebon, KoranSN Wisata sejarah dan budaya di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, mulai Senin (30/3) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.