Rabu , Desember 19 2018
Home / Pali / Mangkir Tes Urine, Oknum Sekdin di PALI Langsung Dinon Aktifkan

Mangkir Tes Urine, Oknum Sekdin di PALI Langsung Dinon Aktifkan

Tampak Apriyadi tengah meninjau pejabatnya yang tes urine. (foto/Anasrul)
Tampak Apriyadi tengah meninjau pejabatnya yang tes urine. (foto/Anasrul)

PALI,  KoranSN

Sebanyak 164 pejabat,  mulai dari eselon II,  III,  IV,  di ruang lingkup Pemerintahan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kamis (11/2/2016) dikejutkan dengan diadakannya tes urine oleh Pemerintah Kabupaten PALI bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten PALI dan Badan Narkotika Nasional (BNN)  Kota Prabumulih. Menariknya, oknum Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berinisial Y yang ‘kabur’ dari tes urine, langsung dinon aktifkan oleh Penjabat Bupati PALI, Apriyadi.

Tes Urine tersebut, digelar tanpa sepengetahuan pejabat yang hadir, dibungkus dalam acara paparan Penjabat Bupati PALI tentang Pengarahan Umum Tentang Kebijakan Pembangunan dan penyerahan Daftar Isian Pengguna Anggaran (DIPA) ke seluruh SKPD di Pemkab PALI.

Dari tes urine yang digelar, diketahui satu Oknum Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berinisial Y kabur sebelum tes urine dilaksanakan. Mengetahui hal itu, Penjabat Bupati PALI,  Drs H. Apriyadi,  MSi segera menon aktifkan oknum Sekdin tersebut.

Baca Juga :   Wujudkan PALI Agamis, Gerakan Pemuda PALI Mengaji Diresmikan

“Besok langsung saya buatkan SK nya,  langsung saya non aktifkan oknum pejabat tersebut. Karena mangkir dari panggilan atasan,” kata Apriyadi dengan nada kesal.

Menurut Apriyadi, memiliki barang haram tersebut merupakan awal dari bencana. “Saya sering mendapatkan SMS bahwa ada pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten PALI yang mengkonsumsi narkoba. Untuk itu kita menggelar tes urine tanpa sepengetahuan mereka. Sudah tiga hari yang lalu kita koordinasikan dengan BNN Prabumulih,” bebernya.

Jika ada pejabat yang terbukti mengkonsumsi narkoba, kata Apriyadi, maka akan diberi tindakan tegas.

“Ada dua hal yang bisa kita lakukan, kalau untuk pejabat yang hanya pengguna maka kita rehabilitasi, namun jika ada ikut terlibat dalam pengedaran maka akan dipidana. Bahkan kalau ada aturannya, akan kita pecat. Tidak ada gunanya memakai pejabat yang pengguna narkoba,” tegas mantan Kadinsos Provinsi Sumsel itu.

Baca Juga :   Hari Pertama Kerja, Pemkab PALI Gelar Halal Bihalal

“Kalau kita ingin membersihkan masyarakat kita dari narkoba, maka yang harus kita bersihkan terlebih dahulu adalah aparatnya, baik itu kades, sekdes, kepala dinas dan sebagainya,” tutup Pria kelahiran Sekayu,  49 tahun yang lalu.

Sementara itu,  Kepala BNN Kota Prabumulih melalui Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat,  Satrio mengatakan bahwa hasil tes urine tersebut bisa langsung diketahui.

“Dari hasil tes urine, kita bisa langsung ketahui dengan alat yang sudah kami bawa. Namun, jika ada yang terbukti maka akan kami panggil, dan pihak kami telah menyediakan panti rehabilitasi untuk penyembuhan,” tutur Satrio. (ans)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Anton Wijaya

Anton Wijaya

Lihat Juga

KONI PALI Gelar Lomba Lari Antar Pelajar

PALI, KoranSN Dalam rangka menggali potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang olahraga atletik, Komite Olahraga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!