Mantan Kacab BNI Lubuk Linggau Kembali Terjerat Dugaan Korupsi

Suasana pelimpahan kedua tersangka di Kejati Sumsel. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kamis (18/1) melimpahkan dua tersangka dugaan kasus korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kementerian Keuangan tahun 2011-2012 yang terjadi di BNI Cabang Lubuk Linggau.

Kedua tersangka tersebut yakni, mantan Kepala Cabang (Kacab) BNI Lubuk Linggau, Drs Erry Asyari dan mantan Bagian Penyelia Uang Tunai BNI Cabang Lubuk Linggau, Akhad Rasyid.

Diketahui jika kedua tersangka ini berstatus narapidana (Napi) dalam dugaan kasus yang sama yakni, dugaan korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kementerian Keuangan tahun 2010 di BNI Cabang Lubuk Linggau. Dimana untuk tersangka Erry Asyari merupakan Napi yang ditahan di Rutan Mata Merah dan Akhad Rasyid Napi yang ditahan di Rutan Pakjo Palembang.

Kanit III Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kompol Wisdon mengatakan, dalam dugaan kasus ini negara mengalami kerugian Rp 17 miliar lebih atau Rp 17.638.090.110. Adapun modus tersangka yakni pada tahun 2011 dan 2012, tersangka membujuk para pedagang dan petani untuk mengajukan dana KUR ke Bank BNI cabang Lubuk Linggau dengan menyerahkan persyaratan diantaranya seperti KK dan KTP.

Namun setelah syarat diberikan dan dana KUR disalurkan oleh Kementrian Keuangan, ternyata uang tersebut diduga tidak diberikan oleh tersangka kepada para pedagang dan petani.

Baca Juga :   Hanif Ditemukan Tewas Gantung Diri

“Dari itulah dalam kasus ini penyidik menetapkan Kepala Cabang BNI Lubuk Linggau saat itu yakni, Drs Erry Asyari dan pegawainya Akhad Rasyid menjadi tersangka. Bukan hanya keduanya, ada juga satu tersangka lainnya yaitu, Rendy Defriza (Bagian Penyelia Pemasaran di BNI Cabang Lubuk Linggau). Namun untuk tersangka Rendy Defriza, hingga kini statusnya buron, karena tersangka menghilang sejak kami tetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk tersangka Drs Erry Asyari dan Akhad Rasyid saat ini keduanya merupakan narapidana kasus dugaan korupsi yang masih menjalani hukuman di Rutan Mata Merah dan Rutan Pakjo Palembang.

“Mereka ini menjadi narapidana dalam kasus yang sama, hanya saja tahun anggarannya berbeda yakni tahun 2010, yang saat itu penyelidikan dilakukan Kejari Lubuk Linggau. Sementara untuk perkara yang kami tangani, terjadi untuk anggaran KUR Kementrian Keuangan tahun 2011-2012,” jelasnya.

Masih dikatakannya, dari penyelidikan yang telah dilakukan pihaknya selama ini, akhirnya jakas Kejati Sumsel menyatakan berkas perkara kedua tersangka dinyatan lengkap atau P21. Dari itulah penyidik telah melakukan tahap dua yakni, melimpahkan tersangka Drs Erry Asyari dan Akhad Rasyid ke Kejati Sumsel.

“Hari ini (kemarin) tersangka Drs Erry Asyari dan Akhad Rasyid telah kami limpahkan ke Kejati Sumsel. Dikarenakan kedua tersangka ini merupakan narapidana, maka saat melimpahkan tersangka ke jaksa, kami mengeluarkan mereka dari Rutan dengan menggunakan sistem bon (meminjam). Setelah itu keduanya kami bawa dan diserahkan ke Kejati Sumsel,” tandasnya.

Baca Juga :   KPK Tetapkan Desi Arryani Sebagai Tersangka Kasus Subkontraktor Fiktif

Terpisah Kasi Penuntutan Kejati Sumsel, Rosmaya membenarkan jika pihaknya telah menerima pelimpahan kedua tersangka dari penyidik Tipikor Polda Sumsel.

“Tersangka Drs Erry Asyari dan Akhad Rasyid ini merupakan narapidana kasus dugaan korupsi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kementerian Keuangan tahun 2010 di BNI Cabang Lubuk Linggau. Keduanya telah divonis 5 tahun penjara dan kini telah menjalani masa hukuman sekitar 3 tahun, sehingga masih ada sisa masa tahanan 2 tahun yang harus mereka jalani. Dengan ditetapkannya kembali keduanya sebagai tersangka dalam kasus yang sama, namun ditahun 2011-2012. Tentunya setelah divonis hakim nanti, masa tahanan mereka akan bertambah,” ungkapnya.

Lebih jauh Rosmaya mengungkapkan, dikarenakan dalam waktu dekat kedua tersangka yang juga narapidana ini akan kembali menjalani persidangan maka keduanya ditempatkan di Rutan Pakjo Palembang.

“Sedangkan untuk menyidangkan kedua tersangka di PN Tipikor Palembang nanti, saat ini kami telah membentuk tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terdiri dari; jaksa Kejati Sumsel dan jaksa Kejari Lubuk Linggau,” pungkasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Polres Solok Tangkap Empat Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Solok, KoranSN Kepolisian Resor (Polres) Solok Kota menangkap empat pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu di …