Mark-Up Agunan, PT GI Terima Rp 15 Miliar dari Bank Sumsel Babel



Tersangka ‘AJ’ (50) Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel saat akan dibawah ke Rutan Pakjo Palembang. (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Khidirman, Rabu (2/10/2019) mengungkapkan, dalam dugaan kasus korupsi pemberian fasilitas kredit modal kerja Bank Sumsel Babel diketahui jika tersangka ‘AJ’ selaku Komisaris PT GI telah melakukan mark-up agunan yang dijaminkan.

Diungkapkannya, adapun agunan yang dijaminkan tersangka ‘AJ’, yakni mesin bor tambang minyak dan dua bidang tanah, yang dari hasil penyelidikan diketahui jika nominal harga agunan tersebut dimark-up oleh tersangka hingga PT GI menerima kucuran fasilitas kredit modal senilai Rp 15 miliar dari Bank Sumsel Babel.

“Dalam dugaan kasus ini tersangka melakukan mark-up atau menaikan harga aset agunan yang dijaminkan agar PT GI memenuhi sayarat menerima kredit modal tersebut. Padahal, nilai agunan yang dijaminkan tersangka tidak seusai kenyataannya. Oleh karena itulah dari fasilitas kredit modal senilai Rp 15 miliar yang diberikan Bank Sumsel Babel kepada PT GI menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 13 miliar,” ungkapnya.

Baca Juga :   10 Rumah di 1 Ulu Habis Terbakar

Lebih jauh dikatakannya, proses hukum dalam dugaan kasus ini terus berlanjut, sebab pasca dilimpahkannya tersangka dan barang bukti dari Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang, kini JPU sedang menyusun surat dakwaan untuk persidangan tersangka yang nantinya akan digelar di Pengadilan Tipikor Palembang.

“Persidangannya sendiri akan dilakukan setelah berkas perkara dilimpahkan JPU ke pengadilan. Dimana pelimpahan tersebut dilakukan usai JPU menyelesaikan penyusunan surat dakwaan untuk tersangka ‘AJ’,” tegasnya.

Masih dikatakannya, dalam dugaan kasus ini Kejati Sumsel juga telah menyita sejumlah barang bukti yang nantinya barang bukti tersebut akan dihadirkan pada persidangan.

“Adapun barang bukti yang disita, antara lain sejumlah dokumen terkait agunan yang dijaminkan oleh tersangka ke Bank Sumsel Babel,” tandasnya.

Sebelumnya Sekretaris Bank Sumsel Babel, Faisol Sinin ketika dimintai konfirmasi dan tanggapan terkait dugaan kasus tersebut dan telah ditahannya satu tersangka oleh Kejati Sumsel, Minggu (29/9/2019) enggan berkomentar banyak.

“Kami masih mengikuti perkembangannya,” ujar Faisol Sinin saat itu.

Diketahui, terbongkarnya dugaan kasus ini setelah Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Sumsel menemukan adanya kredit macet yang terjadi di Bank Sumsel pada tahun 2014, sehingga jaksa melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi.

Baca Juga :   Jadi Tersangka Kasus Bus Masuk Jurang Tewaskan 35 Korban, Pemilik Perusahaan Segera Dilimpahkan ke Jaksa

“Bermula dari temuan kredit macet inilah lantas Kejati Sumsel melakukan penyelidikan. Bahkan dalam pengungkapan dugaan kasus ini, sudah banyak saksi yang diperiksa, diantaranya Direktur Bank Sumsel Babel yang di tahun tersebut menjabat dan para pejabat di Bank Sumsel Babel. Hasil dari penyelidikan ini, ditemukan bukti terjadinya kerugian negara hingga Kejati Sumsel menetapkan ‘AJ’ pihak dari PT GI sebagai tersangka,” ungkap Penkum Kejati Sumsel, Khidirman belum lama ini.

Masih dikatakan Khidirman, dengan telah ditetapkannya ‘AJ’ sebagai tersangka maka tahap penyelidikan dugaan kasus ini dinaikan menjadi penyidikan.

“Naiknya penanganan dugaan kasus ini ke tahap penyidikan juga berdasarkan surat perintah penyidikan dengan Nomor SPDIK: PRINT-02/N.6/FD.1/08/2019 tanggal 7 Agustus 2019,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kejati Pastikan Masih Panggil Saksi Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya

Palembang, KoranSN Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, Selasa (13/4/2021) menegaskan, kedepan Kejati …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.