Minggu , Oktober 21 2018
Home / Gema Sriwijaya / Marwan Ajak Perusahaan Batubara Peduli Masyarakat

Marwan Ajak Perusahaan Batubara Peduli Masyarakat

RAKOR – Suasana rakor antara Pemkab Lahat bersama perusahaan tambang batubara. (foto-robby/koransn.com)

Lahat, KoranSN

Dalam rakor perusahaan tambang batubara dan pemerintahan daerah Lahat di Opproom Pemda Lahat, Senin (14/5/2018) menyingung masalah yang berkaitan dengan masyarakat yakni masalah transportasi batubara dan izin Pengelolaan dan Pelindungan Lingkungan Hidup (PPLH).

“Transportasi angkutan batubara yang masih melintas di Jalinsum selalu, menjadi momok ditengah masyarakat seperti kecelakaan, macet dan lainnya,” ungkap Plt Bupati Lahat, Marwan Mansyur SH MM, Senin (14/5/2018).

Untuk itu, seperti yang tertuang dalam aturan Gubernur Sumsel, tiap angkutan yang melintas minimal 3 unit kendaraan, tidak boleh dari itu.

Disinilah, sambung dia, antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat dan 31 perusahaan batubara saling berkomunikasi, sinkron sehingga dapat berjalan sebagaimana mestinya, dan tidak melupakan masyarakat.

Masalah lainnya, menguak adanya perusahaan tambang batubara yang mengindahkan lingkungan sekitar. Sepeti belum memiliki izin Pengelolaan dan Pelindungan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Pengelolaan Limbah B3. Bahkan yang sudah pun hasil pengelolaannya di bawah standard.

Baca Juga :   Toko Emas di Mesuji Dirampok, Rugi 500 Juta

“Kami sudah toleransi mengingatkan perusahaan. Limbah tersebut bisa merusak lingkungan dan berdampak bagi masyarakat, sehingga kami harap untuk segera diurus,” tambah Kadis DLH Lahat H Misri melalui Kabid Penataan PPLH Lahat Levi Desmiati ST.

Lanjutnya bahwa untuk yang belum memiliki izin PPLH ada lima perusahaan dari 31 perusahaan di Lahat. Lalu untuk yang pengelolaannya masih dibawah standard sekitar dua.

Begitupun ditambahkan Asisten II Setda Lahat, Suhirdin bahwa perusahaan yang tidak mengindahkan teguran, bila perlu ditembuskan ke pihak kepolisian.

Sementara Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Ginanjar S.Ik mengungkapkan pihaknya siap menindaklanjuti laporan ada dugaan tindak pidana terkait masalah lingkuangan. “Kita juga sangat mengharapkan ada peran aktif peran masyarakat dan pemerintah terkait masalah lingkungan dan kita lakukan penyelidikan,” ujar Kasat.

Baca Juga :   Dulu Berkubang Lumpur, Kini Dicor Beton

Direktur Operasi dan Produksi PT Bukit Asam, Suryo Eko Hadianto menambahkan bahwa pihaknya mengajak perusahaan tambang agar memperhatikan kerusakan lingkungan akibat perusahaan tambang. Jangan sampai lahan bekas tambang menjadi kota mati. “Kita yang di Lahat agar setelah meninggalkan Lahat bisa membangun ekonomi Lahat menjadi lebih baik,” ucapnya.

Kemudian terkait pelaporan, diharapkan melalui email. Lantaran perusahaan tambang saja sudah menyisakan lobang- lobang, jangan sampai mengunduli hutan untuk membuat kertas. “Kita gunakan sistem paperless saja,” ucapnya. (rob)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Polres Lahat Apresiasi Kaum Disabilitas Keliling Nusantara

Lahat, KoranSN Salut adalah kalimat yang tepat dan patut disematkan kepada Bibit Wahyudianto, pria asal ...

error: Content is protected !!