Masa Penahanan Ratna Sarumpaet Diperpanjang

Tersangka penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet (tengah) dikawal petugas saat keluar untuk menjalani tes kejiwaan di Rutan Dirkrimum Polda Metro jaya, Jakarta. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Kepolisian memperpanjang masa penahanan terhadap tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet. Masa penahanan aktivis perempuan itu diperpanjang selama 40 hari ke depan karena berkas perkara yang melilitnya belum rampung.

“Penahanan RS ditambah 40 hari,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/10/2018).

Ratna Sarumpaet sudah menjalani masa tahanan selama 17 hari terhitung sejak Jumat, 5 Oktober 2018. Masa tahanan yang awalnya ditetapkan 20 hari kini ditambah 40 hari ke depan karena penyidik masih perlu waktu untuk menyelesaikan berkas perkara hoaks tersebut.

Masih berkaitan dengan kasus tersebut, hari ini penyidik kembali memeriksa Ratna Sarumpaet karena penyidik menemukan keterangan yang berbeda dengan keterangan pihak dokter rumah sakit khusus Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat, soal operasi sedot lemak.

Baca Juga :   Panitia Tunda Musda Golkar Banjarmasin Karena Suasana Memanas

“Jadi belum ada kesesuaian antara keterangan dari Ibu RS. Misalnya berkaitan dengan operasi pertama, apa ada operasi kedua dan pembiayaan dari mana, itu kita masih seputaran operasi dan kami lakukan tambahan-tambahan pemeriksaan,” katanya.

Tidak hanya itu, polisi juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ahmad Rubangi, asisten pribadi Ratna Sarumpaet. Pasalnya, ia adalah orang yang mendampingi ibu dari artis Atiqah Hasiholan itu menjalan operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat, yang kemudian disebut sebagai korban pengeroyokan.

Dalam kasus Ratna Sarumpaet polisi telah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga-Sandiaga yakni Nanik S Deyang dan Koordinator Jubir Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Baca Juga :   Luhut Sebut Budi Karya Segera Kembali Kerja

Selain mereka, penyidik juga sudah memeriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro dan Direktur RS Bina Estetika Dede Kristian. (viva.co.id)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BNPB: Hindari Kerumuman Saat Libur Panjang

Jakarta, KoranSN Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta masyarakat menghindari kerumunan saat libur …