Masih Kalah Bersaing, Kopi Pagaralam Harus Punya Brand

Walikota Pagaralam Ida Fitriati saat memberikan penjelasan kepada calon inverstor asing tentang kopi pagaralam. (foto/dok SN)
Walikota Pagaralam Ida Fitriati saat memberikan penjelasan kepada calon inverstor asing tentang kopi pagaralam. (foto/dok SN)

Pagaralam, KoranSN

Masih kalah bersaingnya kopi Pagaralam di luar, baik dari kualitas ataupun packing (kemasan, red), menjadi sorotan serius para UMKM yang tergabung dalam Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Pagaralam. Untuk itu, DPC Akumindo Kota Pagaralam melakukan diskusi dan sharing dengan Dinas Kehutanan Kota Pagaralam dan Pengelola Besh Hotel.

Ketua DPC Akumindo Kota Pagaralam, Hendi Romiko SE, Kamis (20/10/2016) mengatakan, pihaknya akan komit dalam mempromosikan produk UMKM yang ada di Kota Pagaralam, khususnya produk olahan kopi. Selain itu, termotivasi adanya kunjungan South Sumatera Coffee Trips ke Kota Pagaralam, yang mengatakan, untuk memajukan komoditi andalan ini perlu adanya suatu brand/merek.

“Seperti sebutan nama Kopi Pagaralam ataupun Kopi Besemah misalnya. Tantangan yang kita akan hadapi untuk menjadikan satu brand/merek tidaklah mudah. Tidak hanya produknya yang beragam dihasilkan industri kecil, melainkan juga tak terlepas dukungan semua pihak, baik itu pemerintah, pihak UMKM maupun dari para petani itu sendiri,” ujar Hendi.

baca juga : Bubuk Kopi Ndung Kaba, Oleh-oleh Khas Gunung Dempo

Terkait pemberian merek untuk semua produk kopi yang ada di Kota Pagaralam, tentunya kata Hendi bukanlah hal mudah. Terdapat banyak persiapan dan juga komitmen dari para petani dan juga pelaku UMKM serta dari pihak pemerintah untuk merealisasikan hal tersebut. Menghasilkan kopi yang berkualitas, dimulai dari pemilihan bibit, perawatan, panen, proses pengolahan kopi, proses pendistribusian hasil pengolahan, harus memenuhi standar kualitas. Perlunya keterlibatan dinas terkait untuk merealisasikannya.

Baca Juga :   Hama Tikus Mengganas, Hasil Panen Merosot

“Perlu dicermati, pola pengolahan pasca panen selama ini oleh petani saatnya diubah, karena mempengaruhi kualitas. Semisal, tak lagi menjemur di tanah,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kota Pagaralam, Jumaldi Jani SP MM, melalui Sekretaris, Iman Dahran, didampingi Kabid Sarana dan Produksi, Rudianto SP, perlu adanya sinergi antar Satker terkait untuk membantu terealisasinya hal tersebut.Menjadikan merek Kopi Pagaralam tidak bisa hanya dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan saja ataupun dari Akumindo.

“Kita akan tampung ide dari teman-teman Akumindo. Nantinya akan kita adakan pembahasan lebih lanjut dan juga akan kita libatkan dinas terkait untuk teralisasinya hal tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga :   PPE Sumatera Evaluasi Titik Pantau

Sementara itu, Direktur Besh Hotel, Eko Soedjianto mengaku, kopi Pagaralam  harus memiliki brand tersendiri agar lebih dikenal di luar, namun syaratnya paling tidak memperhatikan kualitas biji kopi itu sendiri dan kemasannya. Saat ini produk kopi yang ada cukup beragam yang dihasilkan para UMKM.

“Kita siap mengenalkan kopi Pagaralam ke luar. Bahkan kita bersama teman-teman,khususnya para pecinta kopi, berencana menggelar ivent terkait promosi produk kopi lokal. Sudah saatnya mindset (cara pandang, red) petani ataupun UMKM bagaimana mengelola biji kopi dengan baik hingga menghasilkan produk berkualitas,” katanya seraya mengatakan, dulu Kopi Pagaralam cukup dikenal di daerah luar. Jika promosi tak gencar, komoditi unggulan Pagaralam ini bakal kalah bersaing dengan daerah lain. (asn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Jelang Libur Panjang, Dodi Reza Ingatkan ASN Muba Hindari Liburan ke Luar Kota

Sekayu, KoranSN Pada 28 Oktober-1 November 2020 mendatang akan dihadapkan dengan libur Cuti Bersama sebagaimana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.