Rabu , Desember 12 2018
Home / Gema Sriwijaya / Mediasi PT GBS dengan Warga Prambatan Sempat Memanas

Mediasi PT GBS dengan Warga Prambatan Sempat Memanas

Massa yang mendatangi kantor Bupati PALI dikawal ketat aparat kepolisian. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Ratusan masyarakat Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten PALI, Kamis (22/2/2018) kembali mendatangi Kantor Bupati PALI di Jalan Merdeka Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi PALI.

Kedatangan ratusan warga tersebut untuk mendesak agar PT GBS segera menyerahkan lahan seluas 3030 Ha ke masyarakat.

Pantauan SN di lapangan, ratusan warga datang dengan dikawal ketat oleh pihak kepolisian dari empat Polsek yang ada di Bumi Serepat Serasan.

Suasana sedikit memanas, ketika pihak PT GBS datang terlambat dalam hal mediasi ini. Setelah pihak PT GBS datang, barulah dilakukan mediasi antara perwakilan massa dengan perwakilan PT GBS yang ditengahi oleh Pemkab PALI dalam hal ini dilakukan oleh Asisten 1 Setda Kabupaten PALI disaksikan oleh Asisten 2 dan Kepala Dinas Pertanian kabupaten PALI.

Saat mediasi pun ketegangan terjadi ketika perwakilan dari perusahaan salah bicara dan memancing kemarahan perwakilan massa. Aksi tunjuk pun tak terelakkan lagi, bahkan kedua belah pihak sudah sama-sama berdiri.

Baca Juga :   451 Warga PALI Ikuti Ujian Paket C

Dijelaskan salah satu perwakilan massa, Soni Fernando, kedatangan warga Prambatan itu untuk menindaklanjuti permasalahan kemarin mengenai lahan yang belum diserahkan oleh pihak PT GBS ke masyarakat seluar 3030 hektare.

“Disamping itu juga, kami menuntut agar lahan PT GBS diukur ulang. Kemudian, mengenai lahan 3030 hektare itu, kami ada buktinya yaitu perjanjian tahun 2005, dimana asa lahan seluas 16 ribu ha. Pembagiannya 8000 ha inti, dan 8000 ha plasma. Nah, sementara hingga saat ini yang baru diserahkan oleh PT GBS seluas 4970 ha,” ungkap Soni.

Sementara itu, Kun perwakilan dari PT GBS mengatakan bahwa pihaknya sepakat untuk dilakukan pengukuran ulang.

“Pada prinsipnya kita sudah sepakat dengan pemerintah dan masyarakat setelah rapat mediasi hari ini (kamis, red). Pemerintah akan memutuskan seperti apa, kita akan ikuti. Kalau memang belum ada diperuntukkannya, pasti diserahkan ke masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :   29 Balon Kades Ikuti Tes Tertulis

Sementara itu, Asisten 1 Setda PALI menerangkan bahwa dari rapat mediasi kali ini, antara pihak GBS dan masyarakat telah menandatangi kesepakatan.

“Salah satu isi kesepakatan itu, akan dilakukan pengukuran ulang lahan, yang kedua apabila dalam pengukuran nanti terdapat lahan yang belum diserahkan masyarakat, maka pihak GBS bersedia menyerahkannya,” jelasnya.

Namun, karena biaya pengukuran ulang cukup besar, maka kemungkinan besar akan diajukan oleh Dinas Pertanian pada anggaran perubahan.

“Tapi, kalau ingin cepat bisa digunakan dana koperasi, karena kalau dari Pemda akan lama, menunggu APBD perubahan,” tukasnya seraya mengatakan bahwa kedua belah pihak menerima hasil kesepakatan itu. (ans)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Banyuasin Raih Bhumandala Ariti Tingkat Nasional

Banyuasin, KoranSN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin kembali mendapat penghargaan bergengsi tingkat nasional. Kali ini, Banyuasin ...

error: Content is protected !!