Home / Lacak / Melawan, Akbar Tanjung Ditembak Polisi

Melawan, Akbar Tanjung Ditembak Polisi

Tersangka saat digiring ke Mapolsek Penukal Utara. (Foto-Anas/Koransn)

PALI, KoranSN

Akbar Tanjung (33), warga Desa Tempirai Utara Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI harus merasakan timah panas anggota kepolisian Polsek Penukal Utara yang bersarang di kaki kanannya.

Polisi menembak tersangka yang terlibat kasus pencurian satu set well head sumur gas milik perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas
di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara ini, karena melawan dan hendak melarikan diri saat akan ditangkap.

Diketahui, dalam menjalankan aksinya, tersangka Akbar Tanjung tidak sendirian. Dirinya bersama dua orang temannya berinisial SB (DPO) dan AT (DPO) turut terlibat dalam aksi tidak terpuji tersebut.

Namun sayang, aksi ketiga tersangka diketahui oleh Sutrisno (52) Kepala Security di perusahaan tersebut. Setelah itu, pihak perusahaan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Penukal Utara. Atas aksi para tersangka ini pihak perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 150.000.000,00.

Kapolres Muara Enim, AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kapolsek Penukal Utara, Iptu Alpian yang disampaikan oleh AKP Arsyad membenarkan penangkan tersangka Akbar Tanjung berdasarkan nomor Lp/ B-22/XI/2017/sumsel/sek.P. Utara tanggal 01 nopember 2017 tentang curas.

“Berdasarkan laporan tersebut, pada hari Selasa tanggal 9 Januari 2018, sekitar pukul 02.00 WIB diperoleh informasi tentang keberadaan Akbar Tanjung sedang berada di rumahnya, kemudian dengan dipimpin langsung Kapolsek, Reskrim bersama anggota intel dan anggota Bhabinkamtibmas melakukan upaya penangkapan terhadap tersangka,” ungkap Arsyad.

Akan tetapi lanjut Perwira berbalok tiga itu, saat penangkapan, tersangka melakukan perlawanan. Akibatnya timah panas bersarang di kaki kanan tersangka.

“Saat di dobrak pintu, tersangka masuk ke kamar mandi dan akan melarikan diri lewat atap kamar mandi. Karena sudah terkepung, tersangka melakukan perlawanan terhadap anggota yang berada di kamar mandi, bersamaan dengan itu juga dilakukan upaya paksa di kamar mandi dan terpaksa tersangka diberi tindakan tegas. Setelah itu, barulah tersangka berhasil diamankan dan di bawa ke Mapolsek Penukal Utara,” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan tersangka, maka tersangka dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

“Saat ini pihak kepolisian juga masih terus memburu dua pelaku yang lain,” tutupnya. (ans)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Kecanduan Mabok Miras, Oknum Pelajar SMA Nekat Menjambret

Palembang, KoranSN Miris yang dilakukan oknum pelajar disalah satu SMA swasta di Kota Palembang berinisial ...

error: Content is protected !!