Menaker Hanif: Tahun 2022, Tak Ada Lagi Pekerja Anak di Indonesia

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

 

Jakarta – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mencanangkan bulan kampanye “Stop pekerja anak” pada Juni 2015 ini. Targetnya tahun 2022, sudah tak ada lagi pekerja anak di Indonesia.

“Jadi dalam rangka ini kita mendorong untuk penghapusan pekerja anak, di mana untuk ke depannya para stake holder tidak lagi mempekerjakan anak dan mendorong mereka agar mau untuk mengeluarkan anak-anak yang bekerja agar tidak lagi bekerja, sehingga dapat melanjutkan pendidikannya,” jelas Menaker Hanif Dhakiri.

Hal itu dikatakan Menaker Hanif dalam pencanganan kampanye “Stop Pekerja Anak” di halaman Kemenaker, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/6/2015).

Baca Juga :   Leni Mardiana Jabat Ketua CSIC Sumsel

“Jadi‎ intinya hingga tahun 2022 ingin seluruh pekerja anak di Indonesia selesai,” tegas Menaker Hanif.

Sedangkan Dirjen Pembinaan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Muji Handoyo menambahkan bahwa roadmap menuju pekerja anak nihil disusun berdasarkan perhitungan strategis hasil evaluasi. Kemenaker juga sudah bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO) dan pemangku kepentingan terkait.

“Hingga tahun 2010 lalu ada sekitar 48 ribu pekerja anak, dan sudah ada sekitar 120 anak yang kita bebaskan dari pekerja anak, di Wonogiri, Temanggung dan Gianyar, Bali,” tutur Muji.

Fokus Kemenaker nanti pada daerah-daerah yang banyak menjadikan anak sebagai pekerja. Kemenaker juga akan menggandeng Kemendikbud dan Kemenag untuk memberikan ‎pemahaman pada para orang tua yang anaknya bekerja.

Baca Juga :   Bendera Raksasa Sambut Flag Relay di Palembang

“Daerah terbanyak pekerja anak di sekitar pantura, kebanyakan anak-anak nelayan. Perkebunan dan pertanian juga banyak. Range usia antara 10-17, jadi di bawah 18 tahun,” papar Muji.
(nwk/nrl)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

UPTD P2TP2A di Empat Daerah Dibentuk

Palembang, KoranSN Sebagai upaya pencegahan dan penanganan perlindungan kekerasan pada anak, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.