Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / Menangis di Persidangan, Prada Deri Pramana Terdakwa Mutilasi Fera di Sungai Lilin Dimarah Hakim

Menangis di Persidangan, Prada Deri Pramana Terdakwa Mutilasi Fera di Sungai Lilin Dimarah Hakim

Terdakwa Prada Deri Pramana tampak menangis saat persidangan. (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Prada Deri Pramana oknum anggota TNI yang merupakan terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi korban Fera Oktaria (21), di salah satu penginapan di Sungai Lilin Muba, Kamis (1/8/2019) menjalani persidangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Selama jalannya sidang dengan agenda keterangan saksi, terdakwa yang duduk di samping kuasa hukumnya Mayor Chk Suherman SH, terlihat terus menundukan kepala dan menahan tangisan.

Namun tangisan terdakwa Prada Deri Pramana pecah saat Leni yang merupakan ibu kandungnya dihadirkan dalam persidangan untuk menjadi saksi.

Melihat terdakwa Prada Deri Pramana menangis, spontan membuat Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Khazim SH didampingi Hakim Anggota Letkol Sus Much Arif Zaki Ibrahim SH dan Mayor Chk Syawaluddin SH memarahi terdakwa agar tidak menangis dalam persidangan.

Baca Juga :   Pendeta Perempuan di OKI Diikat dan Dibunuh, Pelaku Diduga Kenal dengan Korban

“Terdakwa jangan menangis, tujukan jiwa meliter mu. Jangan terbawa suasana,” tegas Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Khazim SH memarahi terdakwa dalam persidangan.

Teguran Ketua Majelis Hakim tersebut langsung direspon terdakwa Prada Deri Pramana.

“Siap, Yang Mulia Majelis hakim,” ujar terdakwa dengan mata memerah meneteskan air mata.

Sedangkan saksi Leni yang merupakan ibu kandung terdakwa mengatakan, jika dirinya tidak mau memberikan keterangan dalam persidangan, ia hanya mengatakan jika dirinya selaku ibu dan orang tua dari Prada Deri Pramana meminta maaf kepada ibu dan keluarga korban Fera Oktaria.

“Saya tidak mau menjadi saksi, saya hanya mau menyampaikan permintaan maaf untuk ibu dan keluarga Fera, itu saja Yang Mulia Majelis Hakim,” ungkap Leni sembari menangis terisak-isak.

Menanggapi saksi yang tidak mau menjadi saksi dalam persidangan, Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Khazim SH mengungkapkan, jika hal tersebut merupakan hak dari saksi.

Baca Juga :   Kodim 0405/Lahat Temukan Ladang Ganja 1 Hektare di Empat Lawang

“Saksi dalam hal ini mengundurkan diri sebagai saksi dan itu tidak apa-apa. Kemudian terkait permintaan maaf tersebut, langsung saya sampaikan kepada ibu korban Fera yakni saksi Suhartini yang juga ada dalam ruang sidang ini. Silahkan saksi Suhartini, apakah saksi menerima permintaan maaf tersebut,” tanya hakim kepada ibu Fera yang saat itu juga dihadirkan dalam sidang sebagai saksi.

Menjawab pertanyaan Majelis Hakim, saksi Suhartini mengatakan, jika dirinya selaku ibu kandung korban Fera Oktaria dan juga mewakili pihak keluarga tidak menerima permintaan maaf tersebut.

“Saya belum bisa menerima maaf tersebut,” tegas Suhartini.

Usai mendengar jawaban dari saksi kemudian Ketua Majelis Hakim menunda persidangan hingga Selasa 6 Agustus 2019 mendatang.

“Sidang ditutup dan kembali akan dibuka Selasa depan dengan menghadirkan saksi-saksi lainnya,” tandas Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Khazim SH. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Selain Pagaralam & Lahat, Harimau Juga Ada di 6 Daerah Termasuk Banyuasin dan Muba

Pelembang, KoranSN Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Harimau Sumatera ternyata bukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.