Menanti Kinerja Gakumdu Pilkada OKI

Ir Turmudi saat menunjukkan copy screenshot nama akun FB yang dilaporkan. (foto-maniso/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) merupakan pihak yang paling berwenang menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran Pilkada. Banyak pihak yang menanti dan menunggu kinerja maksimal dari sentra ini.

Seperti Pilkada OKI. Tim Pemenangan Paslon nomor urut 1 H Iskandar SE-HM Djakfar Shodiq (ISO) dan publik kini masih menunggu hasil kerja Sentra Gakumdu yang telah menerima laporan dugaan pelanggaran Pilkada, yakni dugaan penyebaraan informasi hoax dan perbuatan tidak menyenangkan.

“Kami sangat optimis, Panwaslu dan Gakumdu akan bekerja profesional. Apalagi Gakumdu diisi personil Polri dan kejaksaan yang telah terbiasa menangani kasus apapun termasuk cyber crime,”kata Ir Turmudi selaku Ketua Tim Pemenangan ISO kemarin.

Ketua Panwaslu OKI M Fahrudin SH diwakili Ihsan Hamidi SAg (komisioner) kemarin juga mengatakan, sejak mulainya masa kampanye Pilkada serentak yakni 25 Februari lalu, Panwaslu sudah menerima sejumlah laporan dugaan pelanggaran Pilkada.

“Ada juga laporan yang diterima Panwascam. Laporan laporan itu sebagian masih kami proses dan sebagian lagi tidak bisa diproses karena tidak memenuhi unsur pelanggaran,”kata Ihsan Hamidi yang tak menyebut jumlah detail laporan dugaan pelanggaran yang mereka terima.

Baca Juga :   Korban Banjir Dapat Bantuan Air Bersih & WC Umum

Sebelumnya, Tim Kuasa Hukum ISO melaporkan 2 akun aktif media sosial facebook (FB) ke Panwaslu OKI karena diduga menyebarkan berita hoax atau bohong. Aulia Aziz Alhaqi SH selaku Kuasa Hukum ISO menerangkan, pihak melaporkan akun FB atas nama Adi Codot dan Mega Wati Fikri karena diduga dengan sengaja mendistribusikan dan menyebarkan informasi yang tidak benar ke media sosial grup FB OKI Memilih Pemimpin.

Secara detail dijelaskannya, FB Adi Codot yang kini berubah nama menjadi Juki Syahputra telah mengupload sejumlah foto ke grup FB pada tanggal 22 Maret 2018. Foto dan captionnya menyebutkan ada pembagian susu bagi pasien TB paru di sejumlah Puskesmas di OKI dalam rangka peringatan hari TB baru sedunia.

“Akun Adi Codot menulis pembagian susu itu ada gambar Paslon Pilkada OKI di bingkisan. Ketika dicermati, gambar itu yakni H Iskandar SE dan Hj Lindasari. Pembagian itu memang ada, tapi dilakukan pada peringatan TB tahun 2017 lalu. Saat itu Iskandar Bupati OKI aktif dan Lindasari sebagai Ketua TP PKK,”jelasnya.

Aulia berpendapat, penyebaran foto dan captionnya itu telah merugikan Paslon mereka karena mengarah ke fitnah. Penyebaran foto dan caption itu juga akan menjadi peluang orang orang untuk mengadu domba Paslon di Pilkada. “Jadi kesan di warganet pembagian susu itu dilakukan bulan ini dan ada foto Pak Iskandar, padahal itu foto kegiatan tahun 2017,”ulangnya.

Baca Juga :   PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo Berikan Bantuan APD ke Dinas Kesehatan PALI

Tim ISO berharap, Panwaslu dan Gakkumdu yang memiliki media cyber bisa mendeteksi pemilik akun itu serta menangkap dan memproses hukum. “Karena menurut kami ini pidana, perbuatan tidak menyenangkan dan berita hoax yang merugikan kami,”tambahnya.

Lebih jauh katanya, mereka meminta simpatisan, relawan dan pendukung ISO untuk tidak terprovokasi dan bertindak anarkis dengan adanya kejadian ini. Kasus ini dilaporkan ke Panwaslu juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sistem demokrasi yang sedang dibangun di OKI. (iso)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BPOM Palembang Sampaikan Tiga Program ke Bupati OKUT

Martapura, KoranSN Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang dan jajaran, melakukan audiensi ke …