Home / Nasional / Mendagri Klaim Pemilih Belum Rekam E-KTP Tersisa Hanya 5 Juta

Mendagri Klaim Pemilih Belum Rekam E-KTP Tersisa Hanya 5 Juta

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia

Syukuran Hari Jadi Kota Palembang ke 1336 Tahun

Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo memberikan pemaparan. (foto-net/vivanews.com)

Semarang, KoranSN

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengklaim bahwa warga negara Indonesia yang belum merekam identitas diri untuk kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP tersisa hanya dua persen. Jumlah itu dinilai cukup kecil menjelang Pemilu 2019.

“Secara prinsip perekaman e-KTP ini sudah tinggi 97,8 persen. Jadi hanya ada 4-5 juta warga negara Indonesia yang belum lapor perekaman datanya ke kelurahan,” kata Tjahjo di Semarang, Selasa (23/10/2018).

Namun, jelang kontestasi Pemilu 2019, pemerintah terus berusaha agar dua persen warga yang belum merekam data bisa segera melakukannya.

Baca Juga :   Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Prajurit TNI Ikuti Pelatihan Pembuatan Projek Tanaman

Tjahjo menengarai, warga yang belum rekam data itu rata-rata mempunyai KTP ganda. Karena itu, dia meminta warga yang begitu segera melapor ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.

Berdasarkan temuan aparatnya, ada dua sampai tiga KTP yang dimiliki seorang warga. Kepemilikan KTP ganda disebabkan warga pindah domisili kemudian tinggal di luar negeri.

“Yang pindah domisili ini juga kita minta melapor. Supaya datanya bisa dipertanggungjawabkan saat dimasukkan DPT (daftar pemilih tetap) pilpres dan pileg,” ujarnya.

Baca Juga :   Ahok Ingin Belajar Mengatur PNS dari Seoul

Selain itu, ia meminta Komisi Pemilihan Umum untuk memperbarui data kependudukan. Ia mengatakan, keberhasilan perekaman data e-KTP bergantung pada keaktifan warga dalam memperbaiki data kependudukannya.

Tjahjo mengimbau warga yang punya hak pilih dalam pemilu nanti supaya lekas merekam data ke kelurahan atau kecamatan. Tujuannya untuk memudahkan kinerja KPU dalam memutakhirkan data kependudukan.

Dia membantah keras soal dugaan penggelembungan data e-KTP menjelang Pemilu 2019. Ia beranggapan tidak ada niatan sama sekali untuk memperbanyak data ganda e-KTP. (vivanews)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham: Lamanya Setnov di Gunung Sindur Tergantung Perilakunya

Bandung, KoranSN Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Barat Liberti Sitinjak mengatakan …