Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Pendidikan dan Teknologi / Mendikbud Berharap Anak Indonesia Jauh Dari Kekerasan

Mendikbud Berharap Anak Indonesia Jauh Dari Kekerasan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (foto-antaranews)

Selangor, KoranSN

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap anak-anak Indonesia semakin nyaman, bahagia dan jauh dari kekerasan baik fisik maupun seksual.

“Untuk itu, mari kita siapkan lingkungan yang aman dan nyaman,” ujar dia disela-sela Konferensi SEAMEO Council ke-50 di Selangor, Malaysia.

Dia menambahkan sudah aturan yang mencegah terjadinya kekerasan di sekolah yakni Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Sekolah.

Baca Juga :   Terobosan Baru Dalam Belajar Bahasa Inggris

Akan tetapi permasalahannya terletak pada penegakkan peraturan dan pengawasan tidak hanya dilakukan sekolah tetapi juga masyarakat.

“Kami selalu berbagai macam masukan mengenai aturan ini,” ujar dia.

Sebelumnya, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan sekolah belum sepenuhnya aman dari kekerasan seksual karena banyak kasus kekerasan seksual terjadi di sekolah.

“Faktanya, sekolah menjadi tempat terjadinya kekerasan seksual,” tambahnya.

Pelaku kekerasan seksual pada anak di sekolah mulai dari kepala sekolah hingga guru. Korbannya beragam, mulai kelas satu SD hingga SMA. Contohnya kasus yang terjadi di SD yang ada di Baris, Serang, Banten. Korban dicabuli selama dua tahun dengan ancaman mendapatkan nilai jelek.

Baca Juga :   Negara Anggota Seameo Perlu Berkolaborasi Tingkatkan Pendidikan

Menurut Retno, yang menjadi korban dalam kasus pelecehan seksual di sekolah tidak hanya murid perempuan tetapi juga murid laki-laki. Ia memberi contoh kasus di sebuah pesantren di Aceh, yang mana terjadi kekerasan seksual dengan jumlah korban mencapai 15 santri. Untuk itu, Retno mengajak masyarakat bahu-membahu dalam mencegah kekerasan pada anak. (Antara/ags)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Mahasiswa Dituntut Kreatif Buka Lapangan Kerja Baru

Palembang, KoranSN Era teknologi dan digital dewasa ini patut disikapi dengan bijak mengingat imbasnya akan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.