Home / Editorial / Mengapa Teroris Terus Ada?

Mengapa Teroris Terus Ada?

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Ilustrasi. (foto-net)

KALAU kita perhatikan dan amati, bahaya teroris terus ada di Bumi Pertiwi ini. Ini ditandai dengan tak hentinya aparat keamanan menggerebek tempat persembunyian kelompok ini. Walaupun banyak juga yang menyatakan ini pengalihan isu, nyatanya teroris memang menjadi ancaman di Negeri ini.

Memang Negeri ini masih terus dibayangi aksi teror yang mengancam banyak jiwa. Ya, aksi terorisme saat ini sudah menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan yang luar biasa.

Paham ini telah ada dan tak akan pernah mati, karena dalam masalah ada pemahaman dan pemaksaan ideologi tertentu yang dilakukan secara perlahan dalam waktu yang lama dan dari masa ke masa.

Dapat dikatakan faktor yang melatarbelakangi munculnya teroris, khususnya di dalam negeri karena peyebaran ideologi yang sangat bertentangan dengan ajaran agama manapun. Karena itu peyebaran ideologi itu harus dilawan, kalau tidak maka bahaya laten teroris akan terus mengancam kehidupan manusia.

Terorisme di dunia bukanlah merupakan hal baru, namun menjadi aktual terutama sejak terjadinya peristiwa World Trade Center (WTC) di New York,Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, dikenal sebagaiĀ“September Kelabu, yang memakan 3000 korban.

Serangan dilakukan melalui udara, tidak menggunakan pesawat tempur, melainkan menggunakan pesawat komersil milik perusahaan Amerika sendiri, sehingga tidak tertangkap oleh radar Amerika Serikat.

Tiga pesawat komersil milik Amerika Serikat dibajak, dua di antaranya ditabrakkan ke Menara Kembar Twin Towers World Trade Center dan gedung Pentagon.

Kita harapkan iklim aman yang terjaga akan terus ada sampai akhir tahun 2017 ini. Karena untuk kita camkan aksi terorisme jelas sangat merugikan. Apalagi pengalaman menunjukkan, banyak jiwa dan nyawa tak berdosa turut menjadi korban.

Mulanya terorisme di Indonesia dimulai tahun 2000 dengan terjadinya Bom Bursa Efek Jakarta, diikuti dengan empat serangan besar lainnya, dan yang paling mematikan adalah Bom Bali 2002. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada dan ikut melapor bila ada kecurigaan terhadap aksi teror.

Masyarakat harus dilibatkan untuk menghalau dan mencegah aksi teror sejak dini. Sinergi masyarakat dengan komunitas dan aparat di daerah, Polda, serta Kodam dari Babinmas sampai Babinkamtibnas diperlukan agar aksi terorisme tidak terulang kembali dan bisa dideteksi. (Agus Harizal Alwie Tjikmat)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Kawal Mudik, Suzuki Siapkan Bengkel 24 Jam

Palembang, KoranSN PT Nusa Sarana Citra Bakti sebagai Main Dealer Suzuki Sumsel menyiapkan layanan bantuan ...

error: Content is protected !!