Menko Polhukam: Aparat Terlibat Kasus Djoko Tjandra Terus Diusut

Menko polhukam Mahfud MD melantik tiga pejabat eselon satu di lingkungan Kemenko Polhukam, Jakarta. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menegaskan, bahwa aparat yang terlibat kasus Djoko Tjandra akan terus diusut.

“Kasus buronan korupsi Djoko Tjandra menjadi tamparan keras bagi para penegak hukum karena seolah-olah selama ini dia memiliki kekuasaan dengan memanfaatkan uangnya untuk membeli loyalitas oknum pejabat hukum,” kata Mahfud, di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Hal tersebut disampaikan Mahfud saat melantik tiga pejabat eselon satu di lingkungan Kemenko Polhukam, Jakarta.

Mahfud mengakui bahwa kasus buronan Djoko Tjandra yang menjadi perhatian besar masyarakat dalam dua bulan terakhir merupakan tamparan keras bagi penegak hukum Indonesia.

Terkait pelarian terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu, ia mengatakan telah selesai dengan menghadirkan dan mengeksekusi terpidana di lembaga pemasyarakatan.

Baca Juga :   OTT Kepala DPMD3PA Empat Lawang di Reka Ulang

Tugas pemerintah selanjutnya, kata dia, adalah memproses tindak pidana lain yang diduga dilakukan oleh Djoko Tjandra, oknum jaksa tipikor maupun oknum kepolisian dan institusi lain.

Kemenko Polhukam mengkoordinasikan, mensinkronisasikan, dan mengendalikan jalannya proses pidana tersebut.

“Supaya diingat bahwa posisi Kemenko Polhukam adalah koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian. Kemenko Polhukam bukan lembaga penegak hukum. Lembaga penegak hukum adalah kepolisian, kejaksaan, KPK, dan pengadilan, ditambah satu lagi yaitu pengacara menurut undang-undang,” ujar Menko Polhukam.

Di depan para pejabat eselon satu Kemenko Polhukam, Mahfud menegaskan, bahwa pemerintah, khususnya kementerian yang dipimpinnya akan terus mendorong oknum penegak hukum yang terlibat dalam kasus DJoko Tjandra ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Baca Juga :   Terlena, Motor Tukang Ojek Dibawa Kabur Penumpang

Kepada para pejabat baru khususnya Deputi bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenko Polhukam, Mahfud meminta agar dapat mengambil peran dalam menyinergikan institusi penegak hukum, baik kejaksaan, kepolisian maupun KPK.

“Penangkapan Djoko Tjandra merupakan momentum yang baik untuk melakukan perbaikan integritas dan meningkatkan citra positif penegakan hukum. Mari kita buktikan kepada masyarakat bahwa pemerintah menaruh perhatian serius terhadap evaluasi kinerja penegak hukum,” katanya. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dua Saksi Dicecar Aliran Dana Hasil Perkebunan Sawit Kasus Nurhadi

Jakarta, KoranSN KPK mencecar dua saksi mengenai dugaan aliran dana dari hasil perkebunan kebun sawit, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.