Home / Gaya Hidup / Menkominfo Minta Perguruan Tinggi Siap Hadapi Perubahan di Era Digital

Menkominfo Minta Perguruan Tinggi Siap Hadapi Perubahan di Era Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meminta perguruan tinggi berada selangkah lebih maju untuk menghadapi perubahan di masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan dunia digital.

“Perguruan tinggi, pemikirannya ahead of the curve. Jangan menunggu respons, tapi, apa yang harus disiapkan untuk perubahan ini,” kata Rudiantara ditemui di acara APRiSH “Network Society: Continuity and Change” yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia di Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Rudiantara menilai tanpa disadari cara manusia berinteraksi telah berubah dan teknologi digital mempercepat perubahan tersebut. Contoh paling sederhana adalah saat ini masyarakat perkotaan mulai terbiasa dengan pembayaran digital.

Baca Juga :   Ari Sihasale dan Nia Konsisten Angkat Film Tentang Indonesia Timur

Perubahan tersebut juga didukung dengan menjamurnya perusahaan rintisan (startup) yang memanfaatkan teknologi digital.

Rudiantara menjelaskan konsep startup di Indonesia lebih dekat pada koperasi, bukan korporasi.

Masing-masing orang yang berkumpul di startup membawa alat produksi sendiri, seperti yang ditemukan di konsep koperasi. Perusahaan transportasi berbasis aplikasi (ride-hailing) misalnya, mereka memiliki platform pemesanan, sementara kendaraan bermotor milik mitra pengemudi.

“Ekonomi digital ini menyasar banyak hal, antara lain shared economy, lalu menciptakan lapangan kerja digital,” kata Rudiantara.

Baca Juga :   Grabexpress-Bekraf Latih 400 Pelaku UMKM

Menkominfo lalu mencontohkan platform e-commerce yang mayoritas diisi oleh orang-orang yang sebelumnya belum pernah berbisnis.

Peluang lainnya yang diciptakan ekonomi digital adalah inklusi finansial. Saat ini lebih banyak orang yang dapat merasakan layanan keuangan meski pun tidak memiliki akun bank, contohnya melalui layanan dompet digital (digital wallet) seperti Ovo dan Gopay.

Kementerian memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital di regional Asia Tenggara pada 2020 mendatang, proyeksi nilai ekonomi digital di Indonesia diprediksi mencapai Rp2 triliun tahun depan. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Prudential Gandeng Tokopedia Layani Pembayaran Premi Asuransi Daring

Jakarta, KoranSN Perusahaan teknologi nasional, Tokopedia menjalin kemitraan dengan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.