Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Wisata / Menpar: Wacana Penutupan Taman Nasional Komodo Buat Wisatawan Bingung

Menpar: Wacana Penutupan Taman Nasional Komodo Buat Wisatawan Bingung

Menteri Pariwisata Arief Yahya. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Menteri Pariwisata, Arief Yahya menyebut wacana penutupan Taman Nasional Komodo (TNK) yang sempat mengemuka pada tahun lalu telah membuat wisatawan bingung dan berdampak buruk bagi sektor pariwisata.

Arief dalam sosialisasi manajemen krisis kepariwisataan di Jakarta, Senin (9/9/2019) mengatakan, karena wacana penutupan TNK itu, agen perjalanan tidak berani menjual paket perjalanan kapal pesiar (cruise) ke destinasi tersebut.

“Ini (penutupan TNK) ramai, orang mau cruising dilarang ke sana, padahal mereka beli paket setahun sebelumnya. Kalau dibilang mau ditutup, mau enggak ditutup, lalu mau ditutup lagi, customer bingung. Padahal sekali masuk cruise bisa ribuan (wisman),” katanya.

Baca Juga :   Menteri BUMN Dorong Danau Ranu Pane Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Arief pun menyesalkan ramainya pemberitaan soal wacana penutupan TNK. Ia menilai wacana mengenai hal tersebut seharusnya tidak diungkapkan dalam ruang terbuka, terlebih dilakukan oleh pejabat publik.

“Ini bukan bencana tapi dampaknya lumayan besar,” imbuhnya.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti menjelaskan dalam masalah tersebut, hal utama yang disorot adalah kepastian dibuka atau ditutupnya kawasan TNK.

Meski di sisi lain, industri pun memahami alasan ditutupnya TNK demi pelestarian komodo.

“Kalau tidak ada kepastian, industri ini bingung, ini mau membawa orang ke sana tutup atau tidak? Akibatnya goyah industri ini karena isunya tidak pasti,” katanya.

Baca Juga :   Pariwisata Kepulauan Seribu Masih Terkendala Transportasi

Guntur menambahkan, ekosistem di industri pariwisata haruslah tenang, tidak gaduh.

“Buat kami yang penting kepastian karena kalau tidak pasti industri resah, karena komodo menjadi daya tarik wisata tapi komodo juga perlu dilestarikan baik alam, hewan, dua-duanya kebijakannya bagus tapi kami butuh kepastian,” katanya.

Meski tidak ada data rinci mengenai penurunan jumlah wisatawan, secara nasional sepanjang 2017 penurunan wisatawan mencapai sekitar satu juta kunjungan, pada 2018 turun hingga 1,2 juta kunjungan dan pada 2019 diperkirakan penurunan mencapai dua juta kunjungan. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemkab Garut Siap Kembangkan Potensi Wisata Situ Cukang Batu

Garut, KoranSN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, siap mengembangkan potensi objek wisata danau Situ …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat