Home / Headline / Merasa Tak Diperhatikan, Atlet Disabilitas Ngadu ke DPRD Sumsel

Merasa Tak Diperhatikan, Atlet Disabilitas Ngadu ke DPRD Sumsel

- Foto Ferdinand Deffryansyah/koran sn
Merasa tak diperhatikan belasan atlet disabilitas datangi gedung DPRD Sumsel, Senin (29/8). – Foto Ferdinand Deffryansyah/koran sn

Palembang, KoranSN

Belasan atlet disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committe (NPC) Sumsel mendatangi kantor DPRD Sumsel, Senin (29/8/2016). Mereka mengadukan nasibnya setelah merasa tak mendapat perhatian dari pemerintah, padahal dalam waktu dekat para atlet akan mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Kota Bandung.

Ketua NPC Sumsel Ryan Yohwari mengatakan, sejak tahun 2015, atau sejak kedudukan NPC setingkat KONI, mereka tidak lagi mendapat kucuran dana dari APBD Sumsel. Akibatnya, jangankan untuk alat penunjang latihan, untuk makan sehari-hari saja di wisma atlet mereka harus membeli sendiri.

“Untuk berprestasi itu tidaklah mudah, harus ada suplemen dan dukungan lainnya. Persoalannya sekarang ini, tidak ada anggaran untuk para atlet. Bahkan, untuk makan pun kami harus patungan. Ini menjadi persoalan kami,” tukas Ryan.

Baca Juga :   Kandidat Sepakat Tolak Black Campaign

“Kami bermaksud mengadakan audiensi dengan pemerintah baik ke Dispora, DPRD maupun kantor Gubernur. Tapi sejak lepasnya NPC dari KONI tahun 2015, kami belum mendapat balasan,” tambah atlet disabilitas bulu tangkis ini.

Ryan yang rela meninggalkan panggilan Pelatnas karena termotivasi dengan teman-teman yang masih semangat ini lantas menjelaskan kedudukan NPC di mata hukum, sesuai dengan Permendagri No. 31 tentang siapa yang berhak menerima dana hibah. Yakni, KONI, Pramuka, Dharma Wanita serta lembaga yang berguna bagi masyarakat. Sehingga meski tak tertera, NPC secara implisit berhak menerima bantuan tersebut.

Namun kenyataannya, NPC Sumsel belum mendapatkan apapun. Sejak lepasnya NPC dari KONI, saat ini pendanaan untuk NPC Sumsel hanya dianggarkan dalam jumlah yang sedikit. Itupun sampai sekarang belum dibayarkan. Sehingga berakibat NPC Sumsel kesulitan baik dalam memenuhi kebutuhan makannya maupun peralatan untuk berlatih.

Baca Juga :   Hal-hal yang Dilarang dan Dibolehkan Saat Masa Kampanye Rapat Umum dan Media, Ini Penjelasan Bawaslu Sumsel

“Tanpa diberi honor pun, saya dan kawan-kawan siap untuk mengibarkan bendera untuk Sumsel ini. Tapi kalau tidak makan, bagaimana bisa pak? Kami tidak minta kesamaan dengan atlet normal, namun semenjak saya jadi ketua NPC, kami belum dapat anggaran tersebut. Kapan kami dapat ‘kue’ (istilah untuk anggaran) seperti yang dijanjikan?,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Sumsel Fahlevi Maizano menjelaskan bahwa persoalan yang dialami NPC ini merupakan tanggung jawab Pemerintah. Menurutnya, tidak bisa dicairkannya dana APBD untuk NPC karena tidak adanya payung hukum untuk melakukan itu.

Ia pun berencana memanggil Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumsel untuk meminta kejelasan tentang NPC tersebut, dan mempertemukan Dispora dan NPC untuk mencari pemecahan masalah.

“Untuk menerima dana hibah, kita harus jelas peraturannya. Sebab jika tidak, maka akan ada masalah. Oleh karena itu, besok saya akan memanggil Kadispora untuk menjelaskan kedudukan NPC ini,” pungkasnya. (awj)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Ketua MPR Ingatkan Pemerintah Hati-hati Pindah ke Kalimantan

Jakarta, KoranSN Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan pemerintah untuk hati-hati atas rencana pemindahan ibu kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.