Miliki Riwayat Perjalanan ke Jakarta, 3 Warga Sumsel Diisolasi 6 Orang Dipantau

Prof Yuwono. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Sebanyak tiga warga Sumsel yang mengalami demam dan batuk kini diisolasi di RSMH Palembang karena termasuk dalam pasien dalam pengawasan (PDP). Demikian dikatakan Juru Bicara (Jubir) Satuan tugas (Satgas) Pencegahan Corona Sumsel, Prof Yuwono, Kamis (19/3/2020).

Menurutnya, selain itu untuk jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di sejumlah daerah di Sumsel saat ini berjumlah enam orang.

“Jadi, sampai saat ini untuk warga Sumsel yang diisolasi di RSMH Palembang karena PDP lantaran demam dan batuk berjumlah tiga orang pasien. Untuk tiga pasien tersebut, sejauh ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboraturium dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan,” katanya.

Diugkapkannya, sedangkan untuk orang dalam pemantauan memang awalnya di Sumsel berjumlah 82 orang. Namun setelah dilakukan pemantauan selama 14 hari dari jumlah tersebut 76 orang tidak lagi dipantau lantaran sudah sehat. Sementara enam orang lainnya masih dilakukan pemantauan dikarenakan belum melalui 14 hari.

“Keenam orang dalam pemantauan atau ODP ini, semuanya tidak diisolasi atau dirawat di rumah sakit, mereka hanya berada di rumah masing-masing dan selalu dilakukan pemantauan oleh tim kesehatan,” terangnya.

Baca Juga :   Kembalikan Kerugian Negara Tidak Hapus Pidana Terdakwa Dugaan Korupsi Lift BPKAD

Disinggung terkait informasi diduga adanya penambahan seorang pasien dalam pengawasan yang kini diisolasi di RSMH Palembang? Dikatakan Prof Yuwono, jika dirinya memastikan sempai saat ini belum ada penambahan jumlah pasien yang diisolasi.

“Belum ada penambahan pasien dalam pengawasan yang diisolasi. Jadi jumlahnya masih tetap tiga orang,” ujarnya.
Dilanjutkannya, para pasien dalam pengawasan dan orang dalam pemantauan tersebut mayoritas sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta yang ketika tiba di Sumsel mengalami demam dan batuk.

“Mereka ini awalnya dari Jakarta lalu pulang ke Sumsel. Nah dikarenakan saat tiba di Sumsel mengalami gejala demam, batuk dan filek makanya mereka memeriksaan diri ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan inilah dinyatakan mereka berkatagori pasien dalam pengawasan dan orang dalam pemantauan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, AKBP Dr Wahono Edhi Prastowo mengungkapkan, untuk membantu pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19 pihaknya saat ini telah menyiapkan ruang isolasi.

Baca Juga :   KPU Sumsel Laporkan Balik Rustam Cs ke Polda Sumsel

“Jadi di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang ini, kita sudah siagakan penanganan awal dan ruang isolasi. Selain itu untuk mengantisipasi virus corona, di rumah sakit ini juga dipasang alat testo thermal scanner yang merupakan alat deteksi suhu tubuh menggunakan camera. Sehingga dengan alat ini, para pengunjung dan pasien yang datang dapat diketahui suhu tubuhnya. Bukan hanya itu, kami juga membatasi keluarga pasien yang masuk ke rumah sakit. Dimana untuk di area rumah sakit, satu pasien hanya boleh didampingi satu orang keluarga,” ungkapnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dinyatakan Negatif, 5 ODP di Rumah Sehat Jakabaring Dipulangkan

Palembang, KoranSN    Lima orang pendatang domestik di Bandara SMB II Palembang yang sempat menjalani …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.