Minat Bidang Pertanian Menurun, 13 Mahasiswa Mandi Kembang

Ketua Stiper Sriwigama, Sudirman Tegoeh saat membaca nama mahasiswa yang akan diyudisiumPalembang, SN
Semakin berkembangnya zaman saat ini, maka dinilai menurunkan minat di bidang pertanian. Padahal pertanian merupakan salah satu hal terpenting dalam kehidupan. Demikian diungkapkan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (Stiper) Sriwigama sekaligus menjabat Staff Ahli Walikota bidang Ekonomi dan Investasi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sudirman Tegoeh, usai kegiatan yudisium ke-33 Stiper Sriwigama, kemarin

Menurutnya, saat ini yang menjadi tren topik internasional yakni, masalah energi, pangan dan juga lingkungan. Untuk masalah energi sendiri itu berkaitan dengan energi baik itu minyak, gas dan lain sebagainya, sedangkan untuk pangan berkaitan dengan pertanian di setiap daerah.

“Untuk pengembangan pertanian itu sendiri diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik,” katanya.

Dirinya berharap, lulusan dari Stiper ini mampu menjadi SDM yang baik serta mampu mengembangkan pertanian khususnya di Sumsel. Dirinya menambahkan, di yudisium ke-33 ini, sebanyak 13 mahasiswa dan mahasiswi  dari berbagai jurusan yakni, jurusan agribisnis, Agroteknologi dan kehutanan.

Baca Juga :   Langgar Perda, Dua Pegawai DPJPP Dicopot

“Rata-rata mahasiswa Stiper ini dari kelas menengah kebawah yang memang di tuntut untuk belajar mengenai pengembangan pertanian,” ujarnya.

Diterangkannya, Stiper Sriwigama ini telah meluluskan sebanyak 360 mahasiswa dan mahasiswi dan mereka sebagian besar bekerja tempat yang dinilai berkualitas baik BUMN maupun Swasta, namun ada juga yang membuka usaha. “Mahasiswa dan mahasiswi ini sebelum diluluskan mereka harus melalui tahap magang disebuah perusahaan pertanian selama 3 bulan. Nah, perusahaan pertanian itu lah yang nantinya mengajak mereka bekerja setelah lulus,” terangnya.

Dalam rangkaian yudisium itu juga, dilakukan kegiatan mandi kembang bagi para mahasiswa yang sudah di yudisium.

Baca Juga :   Saksi Ahli Tak Hadir, Sidang Dana Hibah Ditunda

Terkait hal tersebut, Sudirman menjelaskan, rangkaian kegiatan mandi kembang tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap yudisium untuk mempererat emosional, baik pengurus Stiper maupun keluarga dari mahasiswa yang diyudisium.

“Ini bukan sifatnya musrik, tapi sekedar mempererat emosional saja. Kami berharap mahasiswa ini mampu menghadapi kerasnya dunia setelah lulus ini,” tandasnya. (wik)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Ngopi Cow di Kedai PWI, Tantangan Pilkada di Tengah  Covid Makin Berat

Palembang, KoranSN Tantangan Pilkada 9 Desember 2020 yang juga bakal digelar di tujuh kabupaten di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.