Minat Membaca Masyarakat Kota Palembang Masih Rendah

Suasana kegiatan sosialisasi Implementasi Resolusi Mental Melalui Gerakan Nasional Gemar Membaca Dalam Rangka Meningkatkan Indeks Membaca Pada Masyarakat yang di Gelar Pemkot Palembang dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan RI di ruang Parameswara setda Kota Palembang. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Rendahnya minat membaca pada masyarakat Kota Palembambang menjadi perhatian bagi banyak kalangan termasuk Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Republik Indonesia (RI) untuk menggelar Safari Gerakan Nasional Membaca di Provinsi dan Kabupaten / Kota Tahun 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya dan Perpustakaan RI, Dra H Roro Titi Hardayani MA mengatakan, diketahui Indonesia telah berhasil menurunkan angka Tuna Aksara, Namun angka itu belum menjidikan Indonesia Indeks literasi tinggi. Berberapa survey lembaga asing maupun lembaga nasional menunjukan literasi membaca Negara Indonesia masih rendah terutama di Kota Palembang.

“Untuk itu kita mengadakan kegiatan Implementasi Resolusi Mental melalui gerakan nasional gemar membaca dalam rangka meningkatkan Indeks Membaca pada masyarakat. Salah satu tujuannya untuk mengajak kita semua mencintai aktivitas membaca guna membangun masyarakat Kota Palembang gemar menbaca yang tingkat tinggi sehingga lebih cepat mewujudkan Palembang EMAS,” ugkapnya usai sosialisasi di ruang Parameswara Pemkot Palembang, Rabu (7/6/2017).

Baca Juga :   KPP Pratama Palembang Door to Door Datangi Wajib Pajak

Dikatakannya, hal ini dikarenakan berbagai faktor, antara lain : keterbatasan membaca bagi masyarakat, ketersediaan buku baik cetak maupun digital, keterbatasan akses informasi baik online maupun offline dan disediakannya perpustakaan juga masih jauh dari harapan.

“Guna mengatasi hal tersebut, kita mengalokasikan dana hibah buku kepada perpustakaan sekolah, pesantren dan pendidikan lainnya, seperti : pespustakaan lapas, perpustakaan rumah sakit, dan perpustakaan mobil kelilking. Selain itu, perpustakaan nasional juga mengediakan koleksi digital bagi mereka yang sudah terkoneksi dengan internet, bisa membuka melalui link Perpusnas.co.id yang berisikan  17 ribu journal Impusnas, koleksi digital yang berisi novel, sastra serta penelitian,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Haerobin Mustofa menuturkan, rendahnya minat membaca masyarakat Kota Palembang dikarenakan kurangnya ketersediaan layanan perpustakaan berupa bahan bacaan serta kemudahan dalam mengaksesnya yang menyebabkan minat masyarakat sangat segan datang ke perpustakaan sehingga berpengaruh terhadap kualitas bangsa khususnya masyarakat Kota Palembang.

“Rendahnya minat baca berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia, terutaman dibidang pekerjaan. Untuk mengejar ketertinggalan negara maju lainnya, Pemkot Palembang serta masyarakat membudadiyakan gemar membaca melalui pengembangan sumber informasi wahana belajar berupa karya tulis, cetak dan rekam,” ujarnya.

Baca Juga :   5 PDP Baru di Sumsel Diisolasi di Rumah Sakit

Ia melanjutkan, berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkot Palembang diantara, memperbanyak perputakaan sekolah, didirikannya taman bacaan di setiap Kecamatan dan Kelurahan serta mengoperasikan perpustakaan keliling kesekolah – sekolah, bahkan juga beberapa tempat di Kota Palembang.

“Kita berharap dengan berbagai upaya tersebut mulai dari menambah fasilitas perpustakaan dan mobil perpustakaan keliling dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Palembang menjadi Gemar Menbaca,” tandasnya. (rgn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Diresmikan MenPAN-RB, Palembang Miliki Mall Pelayanan Publik

Palembang, KoranSN Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo hadir …