Minta Dinaikkan Status

Suasana pertemuan antara disnaker kabupaten PALI dengan pekerja. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Puluhan security perusahaan batubara PT Titan kemarin (11/1/2018) menyambangi kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kedatangan puluhan security itu guna meminta difasilitasi pertemuan dengan PT Andalan Anak Bangsa (AAB) perusahaan vendor untuk PT Sriwijaya anak dari Titan Group, yang bergerak dibidang pertambangan batubara, untuk menyampaikan serta meminta dikabulkan tuntutan yang menginginkan peningkatan status dari Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Karena dari keterangan sejumlah pekerja bagian security, ada 130 pekerja di perusahaan pertambangan batubara tersebut telah bekerja selama 6 tahun, namun sampai saat ini status mereka hanya sebagai PKWT.

“Kami bekerja dari tahun 2012, namun sampai sekarang sudah tiga kali ganti vendor. Pertama kami dibawah naungan PT Servo Lintas Raya (SLR) selama dua tahun, disambung kembali PT Karya Putra Surya Gemilang (KPSG) selama dua tahun juga, yang saat ini vendornya PT AAB, selama kami bekerja dan berganti-ganti vendor, tidak ada waktu jeda. Atas dasar itu, kami meminta kepada perusahaan agar mengangkat status kami menjadi PKWTT,” jelas Asmadi, salahsatu pekerja.

Baca Juga :   Pemkab Empat Lawang Siapkan Bonus Bagi Atlet Berprestasi

Dirinya juga mengancam, apabila tuntutan pekerja tidak diindahkan atau menemui jalan buntu, pekerja bakal memboikot operasional mobilisasi perusahaan.

“Saat ini kita tempuh dengan musyawarah atas perantara pihak Disnaker mencari jalan terbaik. Tapi kalau jalan ini buntu, kami bakal blokir perusahaan,” ancamnya seraya mengaku pernah mendapatkan intimidasi dari pihak perusahaan yang bakal memutus kontrak kerja kepada pekerja yang selalu memprotes perusahaan.

Sementara itu, Aryo Hadi Nugroho, Projek Manajer PT AAB, menyebutkan bahwa setelah pertemuan tersebut dirinya belum bisa memberi keputusan terkait permintaan pekerjanya tersebut.

“Kami harus laporkan permintaan pekerja kepada atasan kami, tetapi kami berpatokan pada undang-undang ketenagakerjaan. meski demikian, kami menjamin, seluruh pekerja akan tetap bekerja di perusahaan ini dengan syarat kinerjanya harus bagus,” katanya.

Baca Juga :   Kapolres Himbau Buruh Tak Anarkis

Menyikapi pertemuan tersebut, Usman Dani kepala Disnakertrans PALI berharap nantinya, apa yang dihasilkan bisa diterima pekerja tetapi tidak merugikan pihak perusahaan.

“Kami hanya memfasiltasi, tapi pada pertemuan ini ada titik terang. Meskipun masalah pengangkatan status pekerja masih nunggu hasil laporan manager perusahaan ke atasannya,tapi perusahaan menjamin pekerja akan tetap bekerja pada perusahaan tersebut,” tukasnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Owner Produk Olahan di OKUS Terima Dana Pembinaan

Muaradua, KoranSN Pemerintah Daerah OKU Selatan hadir memberikan dorongan semangat, sekaligus dana pembinaan terhadap kreativitas …