Mualim Warga Jambi Mayat di Dalam Karung, Ditemukan Luka Jeratan & Aniaya

Mayat dalam karung saat dievakuasi di lokasi penemuan. (Foto-Humas Polsek Pemulutan)

Palembang, KoranSN

Tim Forensik Rumah Sakit  Bhayangkara Palembang, Jumat (2/6/2017) berhasil mengungkap identitas mayat dalam karung yang ditemukan di sungai yang berada di Jalan Lurus Km 18 Palembang-Indralaya tepatnya di Dusun I Desa Sukarami Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI), Kamis kemarin (1/6).

Pamin Yandokpol Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Ipda Edinson mengatakan, identitas korban diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan sidik jari pada jenazah korban, yang kemudian sidik jari tersebut disamakan dengan alat rekaman KTP-elektronik hingga akhirnya nama dan alamat korban diketahui.

“Jadi, nama korban yang jenazahnya ditemukan di dalam karung yakni, bernama Mualim (29), warga Jalan Dewi Sartika Kelurahan Wiroto Agung Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Pekerjaan korban merupakan petani,” katanya.

Baca Juga :   BNN Pusat dan BNN Sumsel Gagalkan Penyelundupan 2 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi

Masih dikatakan Edinson, dengan telah diketahui identitas korban maka pihaknya langsung menghubungi keluarga korban untuk mengkonfirmasikan ciri-ciri korban.

“Setelah kita hubungi, ciri-ciri korban dibenerkan oleh pihak keluarga dan benar korban bernama Mualim. Bahkan pihak keluarga korban dari Jambi nanti akan segera datang ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjemput jenazah korban,” ungkapnya.

Sedangkan Doker Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dr Indra Nasution mengatakan, dari hasil visum yang telah dilakukan pihaknya menemukan luka jeratan di leher korban.

“Kita mendapati bekas luka di leher korban yang diduga bekas jeratan tali, selain itu juga ada dua luka di tubuh korban yang diduga akibat penganiayaan. Kedua luka tersebut yakni; luka robek di kepala bagian belakang dan luka di bagian pelipis,” katanya.

Baca Juga :   Polisi Periksa Pemilik Mobil Crane yang Roboh di RSMH Palembang

Dilanjutkan Indra, dari hasil visum juga diketahui jika sebelum ditemukan, korban telah meninggal dunia lebih dari 24 jam. Hal itu dapat diketahui dari kekakuan jenazah.

“Jadi dari hasil visum yang telah kita lakukan, diduga sebelum tewas korban terlebih dahulu dianiaya oleh pelaku,” pungkas Indra. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Panggil Dua Kadis Pemkab Indramayu Saksi Tersangka ARM

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (27/11/2020) memanggil dua kepala dinas (kadis) Pemerintah Kabupaten …