Home / Gema Sriwijaya / Muara Enim Rawan Longsor & Banjir

Muara Enim Rawan Longsor & Banjir

Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penanggulangan Bancana Banjir dan Tanah Longsor yang dilangsungkan di ruang Rapat Pangripta Nusantara di Bappeda Muara Enim. (foto-yudi/koransn.com)

Muara Enim, KoranSN

Beberapa wilayah di Kabupaten Muara Enim rawan akan banjir dan longsor bila curah hujan tinggi terjadi. Untuk mengantisipasi hal tersebut Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH mengadakan rapat Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan dan Antisipasi Penanggulangan Bancana Banjir dan Tanah Longsor di ruang Rapat Pangripta Nusantara di Bappeda Muara Enim, Selasa (12/2/2019).

“Kami berharap semua OPD dibantu stakeholder terkait menyiapkan segala keperluan siaga bila terjadi longsor dan banjir,”harapnya.

Terpenting dalam masa siaga dikatakannya, adanya akses informasi tentang bencana, pelayanan kesiapan, hingga evakuasi, serta persiapan penanganan pasca bencana khususnya bidang sosial, kesehatan dan sebagainya.

Baca Juga :   Cuaca Buruk, Trans Nusa Gagal Mendarat di Bandara Atung Bungsu

Dalam rapat tersebut terungkap, pihak BPBD Muara Enim memetakan sekitar puluhan desa yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Muara Enim rawan bancana banjir dan tanah longsor.

Selain itu, 5 desa lainnya berada di Kecamatan Tanjung Agung meliputi Desa Padang Bindu, Desa Lubuk Nipis, Desa Tanjung Agung, Desa Tanjung Karangan dan Desa Pulau Panggung kondisinya perbukitan sehingga rawan terjadinya longsor. Kemudian, rawan bencana longsor juga meliputi di beberapa desa di

tiga kecamatan Semende yakni, Semende Darat Laut, Semende Darat Ulu dan Semende Darat Tengah.

Baca Juga :   Dua Buronan 'Begal Motor' Empat Lawang Ditangkap di Palembang

Sementara Kepala BPBD Muara Enim, Tasman menambahkan BPBD telah melakukan kesiapan sesuai denga perintah SK Bupati mengenai siaga darurat bencana banjir dan longsor. Menurutnya, BPBD Muara Enim sangat siap baik peralatan maupun personel untuk sewaktu-waktu diterjunkan didaerah bencana.

“BPBD tentu sangat sigap, personel dan peralatan kami seperti mobil dapur, perahu karet, tenda-tenda pengungsian dan sebagainya siap dikerahkan ke lokasi yang dibutuhkan,”kata Tasman.

Tasman memprediksi siaga bencana banjir dan longsor akan berlangsung hingga Maret nanti. Menurutnya, musim penghujan akan berlangsung sampai triwulan pertama tahun ini.

Berbeda pada Bulan April-Mei lanjut Tasman, diprediksi biasanya mulai disibukkan kekeringan akibat musim kemarau, maka bencana kebakaran lahan dan hutan lebih dominan terjadi. (yud)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kasus Kebakaran Lahan di Muba Terus Diusut

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian saat ini masih terus mengusut kasus kebakaran lahan yang terjadi di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.