Muba Libatkan Polisi-Jaksa Kawal Penggunaan Dana COVID-19



Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex menyemprotkan cairan disinfektan ke kendaraan yang melintas. (foto-antaranews)

Sekayu, KoranSN

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, melibatkan institusi penegak hukum Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengawal penggunaan dana penanganan COVID-19 senilai total Rp500 miliar.

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex di Sekayu, Sabtu (2/5/2020), mengatakan, melalui pengawasan ini diharapkan dana yang bersumber dari APBD itu dapat digunakan sebaik-baiknya dan tepat sasaran dalam membantu masyarakat yang terdampak COVID-19.

Seperti yang terdata, ia melanjutkan, terdapat 101.149 kepala keluarga bakal menjadi penerima manfaat dari dana jaring pengaman sosial tersebut.

“Saya berharap dengan didampingi Kepolisian dan Kejaksaan, maka penggunaan dana akan sesuai dengan mekanisme dan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Berdasarkan realokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Musi Banyuasin, anggaran penanganan COVID-19 antara lain digunakan untuk jaring pengaman sosial (JPS) dalam bentuk e-warung.

Baca Juga :   Hari Jadi Muba ke-63, Pemkab Muba Perkenalkan Permainan Tradisional

Bantuan JPS akan disebar di 173 titik yang mencakup 37.608 kepala keluarga berdasarkan data Kelompok Penerimaan Manfaat (KPM).

KPM akan menerima bantuan Rp600.000, yang mana bantuan tersebut berasal dari Kementerian Sosial sebanyak Rp200.000 ditambah bantuan tunai dari APBD Pemkab Muba senilai Rp400.000.

Bantuan lain diberikan berupa sokongan tunai Kemensos Rp600.000 selama 3 bulan untuk 8.275 KK. Dilanjukan bantuan dari Dana Desa sebesar Rp600.000 selama 3 bulan untuk 40.266 KPM, dan bansos cadangan APBD untuk 15.000 KPM.

Dodi menjelaskan dana COVID-19 hasil refocusing APBD juga diberikan dalam bentuk pembebasan pembayaran PDAM selama 3 bulan terhitung Mei 2020 hingga Juli 2020.

Baca Juga :   Bupati Dodi Reza Ingatkan Perusahaan di Muba Lengkapi Sarpras Pencegahan Karhutbunlah

Sebanyak 32.611 pelanggan PDAM menikmati bantuan ini. Penggunaan realokasi anggaran juga termasuk biaya tidak terduga, ketahanan pangan (beli beras rakyat), ADD APBD (padat karya), dan asuransi kematian penduduk.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Musi Banyuasin Mirwan menjelaskan anggaran yang sudah disiapkan dari hasil realokasi dan refocusing anggaran senilai Rp137,55 miliar.

Sumber realokasi berasal dari APBD senilai Rp81,22 miliar dan Dana Desa senilai Rp56,33 miliar.

“Penggunaannya saat ini untuk pengadaan sarana-prasarana, obat-obatan dalam rangka pencegahan penanggulangan Corona dan jasa medis serta jaring pengaman sosial,” tuturnya. (Antara/ags)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Hj Thia Yufada Resmikan Pasar Bedug Ramadhan 1442 H

Sekayu, KoranSN Ketua TP PKK Kabupaten Musi Banyuasin, Hj Thia Yufada didampingi Kepala Dinas Koperasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.