Kamis , Februari 21 2019
Home / Nasional / MUI: Kartu Nikah Lebih Praktis

MUI: Kartu Nikah Lebih Praktis

Kemenag luncurkan kartu nikah. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Majelis Ulama Indonesia menghargai langkah ikhtiar dan usaha Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk inovasi pemerintah mengganti buku nikah menjadi kartu nikah yang berbasis website.

“Sepanjang hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan, memberikan nilai manfaat dan utamanya adalah dapat mencegah praktik penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Zainut menjelaskan, tujuan utama adanya buku nikah atau kartu nikah itu adalah untuk mendokumentasikan tentang informasi pernikahan seperti nama, nomor akta nikah, nomor perforasi buku nikah, tempat dan tanggal nikah.

Menurut dia, sepanjang hal tersebut sudah dilaksanakan dengan baik, maka tidak ada masalah bentuknya buku atau kartu.

“Apalagi kalau hal itu dinilai lebih praktis, ekonomis, efektif dan efisien, maka inovasi tersebut patut didukung,” kata dia.

Sebelumnya, Diraktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag juga meluncurkan kartu nikah yang bentuknya seperti kartu tanda penduduk. Kartu nikah dapat memudahkan orang yang sudah menikah dapat menunjukkan kartu nikah saja jika ingin menginap di hotel tanpa perlu ribet harus membawa buku nikah.

Baca Juga :   Alex Noerdin Tegaskan Dodi Kompeten Pimpin Muba

“Kita ke depan ingin tanda bukti seseorang telah nikah tidak lagi menunjukkan buku nikah yang besar yang susah dimasukkan saku dan dibawa bepergian. Kita akan ubah jadi kartu nikah seperti kartu ATM, KTP dan umumnya yang bisa dibawa dalam saku,” kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Lukman menegaskan, kartu nikah tidak mudah untuk dimanipulasi karena sistemnya sama dengan KTP-elektronik saat ini.

“Sama saja dengan KTP kan. Makanya sistem app web ini kita terapkan. Dulu satu orang punya dua tiga KTP karena data penduduk kita belum baik. Tapi sekarang e-KTP susah orang punya KTP ganda,” tambahnya.

Menag: Tak Ada Penghapusan Buku Nikah

Baca Juga :   Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1439 H Jatuh Kamis 17 Mei 2018

Sementara Menag, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, tidak ada pergantian atau penghapusan buku nikah menjadi kartu nikah.

“Tidak ada penghapusan buku nikah. Buku nikah tetap merupakan dokumen resmi, terkait pencatatan nikah. Jadi, ini bukan pengganti,” ujar Lukman.

Sebenarnya, Lukman menjelaskan, kartu nikah itu untuk mempermudah pasangan yang sudah nikah ke mana-mana, tanpa harus membawa buku nikah itu sendiri. Dalam kartu nikah itu tertera foto suami istri dan ada barcode-nya.

“Memudahkan bagi sejumlah kalangan untuk mengetahui identitas setiap warga negara terkait status pernikahannya,” ujarnya.

Menurut dia, bagi pasangan yang sudah menikah itu tidak wajib membuat kartu nikah. “Jadi, tidak ada kewajiban atau tidak wajib, supaya fasilitasi terbitkan sebagai sebuah terobosan bagi Kementerian Agama kaitannya dengan Dukcapil, kaitannya dengan sistem data kependudukan kita, yang tentu harapannya semua kita memiliki ini,” ujarnya. (vivanews)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah Dituntut 5 Tahun Penjara

Bandung, KoranSN Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi Roy Riady menuntut terdakwa suap fasilitas mewah ...