Home / Headline / Mulai 7 April, Tarif Angkutan Umum Turun

Mulai 7 April, Tarif Angkutan Umum Turun

angkutan-umum

Palembang, KoranSN

Mulai 7 April mendatang, Tarif angkutan umum Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) turun. Hal tersebut sesuai dengan edaran dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub)  Nomor SE 15 Tahun 2016.

“Secara nasional penurunan AKAP dan AKDP ini sebesar 3,5 persen atau sebesar Rp 500 per kilometer penumpang, sedangkan untuk Sumsel sendiri yakni sebesar 3,25 persen atau Rp 300 per kilometer penumpang,” kata Kabid LLAJ dan Perkereta Apian Dinas Perhubungan Sumsel, Sudirman, Senin (4/4/2016).

Dijelaskannya, penurunan tersebut berdasarkan hasil rapat dengan pihak terkait seperti Organda, Dirlantas,biro hukum dan beberapa pihak lainnya. Penurunan tarif ini tidak dihitung dari BBM melainkan biaya langsung maupun biaya tidak langsung.

“Untuk biaya langsung sendiri meliputi, biaya penyusutan, biaya modal, BBM, ban, awak bus, pemeliharaan kendaraan, terminal, biaya PKB (STNK), keur, dan biaya asuransi. Sedangkan untuk biaya tak langsung yakni biaya pegawai kantor dan biaya pengolahan,” terangnya.

Baca Juga :   Ratusan Prajurit Korem 044/Gapo Ikuti Halal Bihalal dengan Pangdam II/Sriwijaya

Dirinya menambahkan, sebelum terjadinya penurunan ini tarif dasar bawah yakni Rp 8.500, namun setelah dilakukannya penurunan 7 April mendatang menjadi Rp 8.200. “Sedangkan untuk tarif atas dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.900,” ujarnya.

Untuk pengawasannya sendiri, pihaknya akan membentuk tim, terdiri dari Dishub, Dirlantas, Organda, penegakan hukum dibidang perda. Selain itu, pihaknya juga akan menerima laporan dari masyarakat.

“Jika kami mendapatkan laporan bahwa masih ada yang belum menurunkan tarifnya kami akan tanggapi, bahkan nantinya akan disanksi karena melanggar perda,” tegasnya.

Baca Juga :   Kalungkan Pedang ke Leher Korban, Dua Kaki Begal di Radial Ditembus Peluru

Sementara itu, Ketua DPD Organda Sumsel, R Zulfikri A menambahkan pihaknya setuju dengan adanya penurunan tersebut. Namun, pihaknya mengajukan beberapa usulan agar operasional angkutan dapat berjalan lancar dan baik.

“Kami meminta kepada mintra kerja kami, kepolisian, Dishub untuk mengkondisikan kelancaran arus, terutama daerah Kabupaten Lahat, Muara Enim, mengingat kepadatan arusnya sehingga dengan sendirinya BBM akan bertambah,” katanya.

Dirinya menjelaskan, penurunan tarif ini sendiri bukan semata ketergantungan dengan BBM melainkan berpengaruh faktor lainnya, namun untuk saat ini sparepart yang besar sudah menyesuaikan, sedangkan kalau untuk sparepart kecil masih belum tetapi tidak terlalu berpengaruh.

“Kami juga meminta agar pihak terkait untuk menertibkan plat-plat hitam, karena dapat menimbulkan persaingan tidak sehat, sehingga mengganggu operasional,” tandasnya. (wik)

Publisher : Fitriyanti

Avatar

Lihat Juga

Cegah Kebakaran Lahan, Babinsa Kodim Palembang Tingkatkan Patroli dan Sosialisasi

Palembang, KoranSN Guna mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan yang rawan kebakaran, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.