Muratara Target Kirim 1000 Calon Santri Tahfiz Al Qur’an

Bupati Muratara HM Syarif Hidayat saat memberikan arahan kepada orang tua dan calon santri di Ponpes Tazakka di Surulangun Rawas Kecamatan Rawas Ulu. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara menargetkan akan mengirim 1000 calon santri ke pondok pesantren di pulau Jawa dan Sumatera, agar menjadi tahfiz Al Qur’an dan bisa mendorong percepatan pembangunan Sumberdaya manusia, sehingga tercipta ‘Muratara Bangkit’.

Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat mengatakan target mengirim seribu santri ke pondok pesantren di pulau Jawa merupakan janjinya sebelum pemilihan dan sekarang akan direalisasikannya.

“Mimpi saya itu jadi kenyataan, doa saya dikabulkan oleh Allah. Kalau aku jadi Bupati nanti ya Allah, aku nak ngirim 1000 santri ke pulau Jawa untuk membangun Muratara ini,” ungkapnya, Senin (3/7/2017).

Lanjut Syarif, di tahun 2017 ini, pihaknya akan mengirimkan 300-an santri hasil seleksi, sebab prosesnya bertahap. “Begitu dio balik, mungkin tigo tahun disitu kito akan evaluasi lagi. Kito lihat hasilnyo, kalo memang hasilnyo bagus kito kirim lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :   Alex Noerdin Bagikan 1.190 Asuransi Gratis di Empat Lawang

Sambung orang nomor satu di Bumi Beselang Serundingan ini, pengiriman 1000 calon santri tersebut sebagai wujud pembangunan manusia seutuhnya, jadi bukan hanya membangun gedung, jembatan atau jalan saja.

“Inilah caronyo kito kirimkan pelajar ke pondok-pondok ternama, baik di pulau Jawa dan Padang. Ini tidak bayar, gratis, biarlah kami ngurusnyo, kesehatan dijamin,” ungkapnya.

Syarif berharap begitu anak-anak ini pulang, mereka hapal Alquran, pintar bahasa inggris, bahasa arab, dan hapal hadits. “Bayangkanlah kalo santri ini balik, hebat galo, bertaburan di Muratara ini yang luar biaso. Biar Muratara ini bangkit, tidak dipandang sebelah mato oleh orang luar. Tekad aku, Muratara ini lebih baik dari kabupaten lainnyo di Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Maisarah (34) salah satu orang tua calon santri yang berasal dari desa Noman, Kecamatan Rupit mengatakan sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Muratara yang telah mengadakan program pendidikan bagi anak-anak Muratara ke pondok pesantren.

Baca Juga :   Masyarakat Indralaya Utara Diberi Pelatihan

“Anak aku baru tamat SD, dio masuk ke pesantren Athawalib Padang. Berangkatnyo tanggal 8 Juli 2017 nanti, sekitar wong 20-an yang kesano,” terangnya.

Lanjutnya, untuk masuk ke pondok pesantren itu biayanya ditanggung oleh pemerintah semua. “Biayo pendaftaran, biayo bulanan santri, biayo seragam sekolah, biayo asrama dan biayo yang lainnyo,” ungkapnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Infrastruktur dan SDM Masih Kendala Pembelajaran Daring

Lahat, KoranSN Sosialisasi dan kunjungan kerja Dewan Pendidikan Sumatera Selatan ke tiga wilayah kabupaten yaitu …