Home / Wisata / Musi Bisa Seperti Chao Praya & Sungai di Belanda

Musi Bisa Seperti Chao Praya & Sungai di Belanda

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Foto Wisata.
Foto Wisata.

DARI dulu terlalu sering pemerintah daerah di Sumsel menggaungkan Sungai Musi sebagai objek wisata. Ini memang sesuai, karena Sungai Musi posisinya sangat menarik, sebuah sungai besar yang berada di pusat kota.

Di Sungai Musi ada juga Jembatan Ampera yang menjadi land mark Kota Palembang. Dengan kondisi demikian, begitu banyak orang tertarik untuk melihat langsung sungai terbesar di Provinsi Sumsel tersebut.

Tetapi sampai saat ini Sungai Musi tetap saja kotor dan airnya berwarna coklat. Banyak sampah di sungai kebanggaan warga Palembang ini. Saking banyak sampah, sampai Walikota Palembang Harnojoyo harus mengajak warga untuk gotong royong membersihkannya.

Sebenarnya ini tak perlu terjadi kalau kebiasaan warga untuk tak membuang sampah ke sungai. Banyak warga yang menjadikan sungai sebagai kotak sampah, ini membuat sungai tercemar dengan sampah plastik dan sampah rumah tangga lainnya.

Ini tugas berat Pemkot Palembang. Tak akan pernah selesai pekerjaan petugas sampah membersihkan sungai, kalau kebiasaan buruk membuang sampah seperti itu tak berubah.

Memberikan pemahaman bahwa cara itu salah harus dilakukan, bisa dilakukan di sekolah-sekolah, di pasar, di RT-RT. Gunakan aparatur pemerintah untuk melakukan itu. Bila perlu ajak semua elemen untuk membersihkan Sungai Musi dan anak sungainya, diimbangi dengan memberikan pemahaman bahwa Sungai Musi adalah aset berharga Pemkot Palembang dan Pemda Sumsel.

Banyak negara di dunia yang menjadikan sungai sebagai lokasi wisata andalan, diantaranya Negeri Thailand dan Belanda. Di dua negara ini sungai sangat dijaga, warganya sangat sadar sungai sebagai urat nadih kota, tak hanya sebagai jalur transportasi.

Penulis pernah berkunjung ke Kota Bangkok. Di kota ini ada Sungai Chaopraya, kalau diperhatikan hampir sama posisinya dengan Sungai Musi. Tetapi warga Bangkok sangat menjaga sungai itu. Mana ada sampah di sungai itu, hingga perahu dan kapal wisata yang menyusuri sungai tanpa halangan. Kemudian warga yang tinggal di tepi sungai sangat mendukung, mereka membangun rumah mereka menghadap sungai.

Tentu saja dengan ciri khas Negeri Thai. Mengapa ini tak bisa dilakukan di Kota Palembang dengan Sungai Musi? Di Sungai Chaopraya wisatawan berebut untuk mengambil setiap moment saat menyusuri sungai. Nah Palembang tinggal memoles untuk kondisi itu. Ini harus dilakukan segera. Agar saat menyusuri Sungai Musi menjadi kenangan yang menyenangkan.

Begitu juga dengan bangunan, peninggalan, dan apa saja yang ada di Sungai Musi bisa menjadi pendukung wisata yang menarik. Tinggal bagaimana mengemasnya menjadi paket wisata yang nyaman dan aman.

Kemudian penulis juga sempat mengunjungi beberapa wilayah di Belanda. Di semua wilayah Belanda, air, sungai, dan rawa dijaga sangat baik. Air sungai mengalir sangat lancar dan warnanya jernih sekali. Sungai di Groningen, Vallendam, Amsterdam, dan Rotterdan memang sangat disayangi warga kota dan pemerintahnya. Memandangi sungai-sungai di Negara ini begitu menyenangkan. Dan rawa-rawa di Negeri ini tak ditimbun, justeru diperlihara airnya dengan dibuat kanal-kanal yang terputus.

Di sungai-sungai yang mengalir di dalam kota di Belanda tak akan bisa ditemui sampah, serta airnya tidak berbau. Di tepi atau pinggir sungai di pusat kota, banyak warga yang duduk bersantai, makan-makan, sesekali terlihat warga yang menyusuri sungai dengan perahu kecil. Di tepi sungai juga ditanami dengan pohon-pohon yang rindang dan di beberapa titik terlihat bunga yang indah. Dan yang lebih penting di sana tersedia kotak sampah, hingga tak ada alasan untuk membuang sampah di sungai.

Lalu memoriku saat itu langsung teringat teringat ke Palembang, apa yang ada di negeri orang ini bisa dilakukan di ibukota Provinsi Sumsel ini. Banyak penunjang wisata sudah ada di Sungai Musi, tinggal bagaimana membuatnya menjadi lebih baik agar wisatawan menang tertarik. Bagaimana untuk membuat pemahaman warga kota mencintai lingkungan. Termasuk menjaga anak sungai dan Sungai Musi.

Saya menjadi bertanya, bukankah pejabat dan anggota DPRD sering studi banding kesini. Mengapa selama ini tak diaplikasikan hal yang mungkin ke Palembang. Mungkin Pemerintah Kota Palembang dapat mencontoh sistem irigasi dan sungai-sungai di Belanda.

Walaupun sudah menjadi lokasi wisata, Sungai Musi masih harus banyak dibenahi. Apalagi hampir rata-rata sungai di Kota Palembang saat ini dipenuhi dengan sampah.

Bila sungai ini dijaga, dipelihara, tentu akan sangat bermanfaat. Tak bisa hanya menyalahkan warga kota dengan kata-kata jangan membuang sampah ke sungai. Harusnya anggarkan dana resmi untuk secara berkesinambungan menata sungai-sungai yang ada. Menjaga sungai adalah kewajiban kita semua. Menyatakan semua ini adalah untuk masa depan lingkungan kita. (Agus Harizal Alwie Tjikmat)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Decky Canser

Lihat Juga

Gowes Lahat Targetkan Tekan Polusi Udara

Lahat, KoranSN Kegiatan gowes Lahat yang digagas oleh Komunitas Gowes Lahat dengan mengelilingi Kota Lahat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!