Nago, Preman Pasar Sekip Bergulat dengan Polisi

DIAMANKAN – Muhammad Samsuri Susanto alias Nago (mengenakan baju tahanan) saat diamankan di Polsek Sukarami Palembang. (foto-dedi/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Muhammad Samsuri Susanto alias Nago (36), harus merasakan timah panas aparat kepolisian Polsek Sukarami bersarang di kedua kakinya. Petugas memberikan tindakan tegas karena saat ditangkap tersangka yang tak lain preman Pasar Sekip tersebut melakukan perlawanan hingga bergulat dengan petugas kepolisian.

Ditangkapnya warga Komplek Bumi Mas Indah RT 10 RW 3 Kelurahan Tanah Mas Kecamatan Talang kelapa Banyuasin ini lantaran telah menjadi target oprasi petugas atas perbuatannya, yang telah menodong para korbannya dengan modus mengaku sebagai anggota polisi.

Kapolsek Sukarami, Kompol Achmad Akbar, Rabu (8/2/2017) mengatakan, tersangka ditangkap saat hendak melakukan aksi penodongan di Simpang Kades KM 11 Palembang. Polisi yang sejak awal telah menjadikan tersangka sebagai target operasi langsung melakukan penyergapan hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap.

“Tersangka Muhammad Samsuri Susanto alias Nago ini merupakan preman di Pasar Sekip Palembang. Kita terpaksa melumpuhkannya karena saat hendak ditangkap tersangka melawan petugas dengan pisau bahkan dalam penangkapan tersebut anggota juga sempat bergulat dengan tersangka. Beruntung, anggota kita tak terluka dan tersangka pun berhasil kita bekuk,” ungkap Kapolsek.

Dilanjutkannya, dalam melancarkan aksi penodongan tersangka mengaku sebagai anggota polisi. Dimana hingga saat ini sudah 17 kali tersangka melakukan aksi penodongan di lokasi yang berbeda.

“Ke 17 aksi penodong yang dilakukan tersangka tersebut terdiri dari; 6 aksi penodongan di wilayah hukum Polsek Sukarami, 3 di wilayah hukum Polsek IT I, 1 di wilayah hukum Polsek Sako, 1 di wilayah hukum Polsek Kemuning dan 6 aksi penodongan di kawasan Banyuasin,” ujar Kapolsek.

Baca Juga :   Mayat Diduga Pelaku Curanmor Ditemukan di Sungai Musi

Dalam aksinya, lanjut Kapolsek, tersangka berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari pengendara sepeda motor yang akan menjadi sasaran aksi kejahatan tersangka. Setelah mendapatkan korbannya, tersangka menyetop laju kendaraan korban kemudian merampas uang dan handphone (HP) para korbannya.

“Bertubuh besar dengan mengenakan jaket dan mengendarai sepeda motor gede, tersangka ngakunya sebagai anggota Reskrim kepada para korbannya. Kemudian tersangka mengatakan kepada para korban, jika korban dicurigai terlibat aksi kejahatan, padahal itu modus tersangka saja. Setelah itu, barulah tersangka menggeledah saku celana korban lalu merampas uang dan HP korban. Dari semua korbannya, uang yang dirampas tersangka bervariasi namun yang paling besar berjumlah Rp 4 juta,” paparnya.

Lebih jauh diungkapkan Kapolsek, saat beraksi tersangka bahkan mengancam akan menembak para korbannya sembari memasukan tangan ke dalam baju.

“Belakangan diketahui jika tersangka memasukan tangan ke dalam baju itu bukanlah hendak mencabut senjata api, melainkan memegang pisau. Hal itu dilakukan tersangka untuk menakuti korbannya” jelas Kapolsek.

Sambung Kapolsek, usai kejadian para korban melapor ke pihak kepolisian. Dari itulah polisi melakukan penyelidikan hingga mengetahui identitas tersangka dan langsung melakukan penangkapan.

Baca Juga :   Burmawi Tewas Usai Terseret Angkot Km 5 Sejauh 12 Meter

“Para korbannya mayoritas pria yang sedang mengendarai sepeda motor, selain itu juga ada sopir truk. Diantara para korban, ada juga yang dikerjain oleh tersangka dengan menyuruh lari atau push up. Memang rata-rata para korbannya takut, sebab saat beraksi tersangka kan mengaku sebagai anggota Reskrim. Atas perbuatannya, tersangka kita jerat dengan Pasal 365 KUHP ayat (1) dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara,” tegas Kapolsek.

Sementara tersangka Muhammad Samsuri Susanto alias Nago mengungkapkan, aksi penodongan tersebut dilakukannya seorang diri. Ia juga mengaku jika penodongan dengan modus berpura-pura sebagai anggota polisi merupakan ide dari dirinya sendiri untuk menakuti para korbannya.

“Uang dari hasil menodonng saya habiskan untuk membeli minuman keras (Miras). Begitu juga dengan HP korban yang saya rampas, setelah berhasil dijual, uangnya juga untuk minum sama teman-teman, kalau narkoba saya tidak pernah,” ucap tersangka. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polri Ungkap Penangkapan Terhadap 15 Terduga Teroris Kelompok JAD

Jakarta, KoranSN Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengungkap penangkapan terhadap 15 terduga teroris kelompok Jamaah Ansharut …