Home / Editorial / Narkoba di Kalangan Remaja Mengkhawatirkan

Narkoba di Kalangan Remaja Mengkhawatirkan


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Kasat Narkoba Polresta Palembang, Kompol Ahmad Akbar saat menunjukan barang bukti ribuan ekstasi. (foto-deni/koransn.com)

Penyalahgunaan narkoba di kalangan ramaja di Kota Palembang saat ini sudah mencapai titik mengkhawatirkan. Pasalnya, narkoba telah menyentuh semua lini termasuk remaja yang masih berstatus mahasiswa maupun pelajar.

Untuk menekan pengguna narkoba dari kalangan remaja ini, tentunya peran orang tua dan sekolah diutamakan dengan mengawasi pergaulan para remaja, baik di lingkungan keluarga, rumah maupun sekolah. Apalagi, faktor keingintahuan dan pergaulan yang salah dapat menjerumuskan remaja sebagai pengguna narkoba.

Bermacam upaya sudah dilakukan pemerintah melalui perangkat penegak hukumnya untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat. Baik itu upaya preventif, repsresif maupun rehabilitasi.

Bahkan jajaran kepolisian dari Polresta Palembang terus melakukan upaya pencegahan mulai dari menangkap para bandar narkoba hingga kurir-kurirnya yang telah meracuni penerus bangsa dengan barang haram tersebut. Misalnya seperti penangkapan 1 Kilogram sabu yang dibawa seorang kurir bernama Herman alias Aping (58), di kawasan Jalan Ariodillah Kecamatan Ilir Timur I Palembang, beberapa hari kemarin.

Bukan hanya remaja dan masyarakat umum saja yang terjerumus dalam narkoba. Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga terjerat sebagai pengguna narkoba, seperti kasus oknum Lurah Lorok Pakjo yang beberapa waktu lalu berhasil dibekuk jajaran Sat Reserse Narkoba Polresta Palembang bersama seorang ketua RT dan satu orang warga lainnya.

Oknum Lurah Lorok Pakjo Kecamatan IB I tersebut yakni; Zainal Arifin (57), seorang warga yang tinggal di Jalan Muhajirin IV No 4391 RT 46 RW 13 Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Kota Palembang. Ia dibekuk, Kamis petang lalu (14/9/2017), saat aparat Sat Reserse Narkoba Polresta Palembang melakukan penyergapan ke sebuah lokasi di Jalan Puncak Sekuning Lorong Swadaya RT 57 RW 13 Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan IB I yang ditenggarai dijadikan tempat pesta sabu.

Baca Juga :   Simpan Ratusan Ekstasi, Ibu Hamil Muda Diringkus

Sementara saat diamankan, tersangka Zainal Arifin yang merupakan Lurah Lorok Pakjo mengaku, jika ia baru satu bulan gemar mengkonsumsi sabu.

“Saya dua tahun lagi akan pensiun. Saya konsumsi sabu hanya untuk penenang pikiran dan penyemangat untuk melakukan aktifitas pekerjaan,” ujarnya singkat.

Belum lagi dua oknum PNS di Dinas PUBM Sumsel yakni tersangka Jimmy, warga 15 Ilir Palembang dan tersangka Bambang Wijaya, warga Jalan Talang Buruk Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang yang ditangkap aparat kepolisian Polsek IT I Palembang, Senin 7 Agustus 2017 lalu.

Keduanya dibekuk lantaran telah menggadaikan sepeda motor milik teman mereka sendiri. Kemudian uang dari hasil kejahatan tersebut dipergunakan tersangka Jimmy dan Bambang untuk membeli narkoba jenis sabu.

Kapolsek IT I, Kompol Edi Rahmat mengatakan, ditangkapnya kedua tersangka setelah polisi melakukan penyelidikan menindaklanjuti laporan korbannya. Awalnya, polisi menangkap tersangka Jimmy kemudian dilakukan pengembangan hingga polisi juga menangkap tersangka Bambang Wijaya.

“Dalam kasus ini tersangka Jimmy memiliki peran membawa kabur sepeda motor milik korban dengan cara berpura-pura meminjamnya. Setelah berhasil membawanya tersangka Jimmy menggadaikannya kepada tersangka Bambang seharga Rp 1 juta. Dari uang tersebut, sebagian uangnya yakni Rp 250 ribu digunakan Jimmy dan Bambang untuk membeli sabu dan dikonsumsi keduanya secara bersama-sama. Bambang kita tetapkan sebagai tersangka karena dalam kasus ini perannya sebagai penadah,” kata Kapolsek saat gelar tersangka dan barang bukti di Mapolsek IT I Palembang.

Baca Juga :   Ibu Muda Nyaris Diperkosa Pria Idap Gangguan Jiwa

Diungkapkan Kapolsek, dari hasil pemeriksaan juga diketahui jika kedua tersangka merupakan oknum PNS.
Sementara tersangka Jimmy mengakatakan, sudah sekitar 10 tahun dirinya menjadi pecandu narkoba. Bahkan ia mengaku sudah lima kali mengikuti rehabilitasi narkoba.

“Dulunya sempat berhenti namun kembali lagi kecanduan hingga saya mengkonsumsi sabu. Dikarenakan tidak ada uang makanya sepeda motor tersebut saya gadaikan dengan Bambang seharga Rp 1 juta. Karena saya dan Bambang teman, apalagi kami berdua sama-sama bekerja sebagai PNS di PUBM Sumsel, makanya sebagian uang tersebut saya gunakan untuk membeli sabu dan mengkonsumsinya bersama Bambang,” ungkapnya.

Sedangkan tersangka Bambang Wijaya enggan berkomentar banyak. Namun dirinya membenarkan jika usai menerima gadaian sepeda motor dari tersangka Jimmy, sebagian uangnya dibelikan untuk membeli sabu. Bahkan tersangka juga mengakui jika dirinya merupakan PNS.

“Saya bekerja sebagai PNS di PUBM Sumsel, sama dengan Jimmy. Kalau untuk mengkonsumsi sabu itu baru saya lakukan, sekitar satu tahun belakangan inilah,” pungkasnya. (deni Kurniawan)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

2 Begal Todong 2 Gadis ABG di Pangkalan Lampam OKI dengan Parang

Kayuagung, KoranSN Dua pelaku begal menggunakan senjata tajam jenis parang menodong dua gadis masih ABG …