Nelayan Sungsang Tak Melaut Karena Ombak Tinggi

Nelayan di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, memperbaiki jaring selam tidak melaut karena ombak tinggi akibat cuaca ekstrem. (foto-antaranews)

Palembang, KoranSN

Ribuan nelayan di Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, memilih tidak melaut karena ombak mencapai lebih dari 3 meter sejak sebulan terakhir.

Alfajri (41 tahun), salah seorang nelayan di Desa Muara Sungsang mengaku sudah lebih dari 20 hari memilih mencari ikan di perairan Sungai Sungsang saja.

“Ombaknya tinggi, kalau sudah lebih pukul 10.00 WIB lebih memilih mencari ikan di sungai. Hasilnya lebih sedikit, tapi lebih aman jika dibanding harus ke laut,” kata dia, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga :   AJK Sampaikan Aspirasi ke Bupati Musirawas

Ia mengatakan, perubahan cuaca sangat terasa sejak 10 tahun terakhir sehingga nelayan memiliki waktu lebih sedikit untuk melaut dalam satu tahun.

“Ini cuaca tidak menentu, berbeda dengan beberapa dekade lalu. Kadang kami sampai berbulan-bulan tidak melaut, karena ombak tinggi terus,” kata dia.

Camat Banyuasin II Salinan menjelaskan, ribuan nelayan di Kecamatan Banyuasin II sudah hampir satu bulan ini tidak mencari ikan di laut.

Padahal hampir semua masyarakat di kecamatan tersebut berprofesi sebagai nelayan yang aktivitas kesehariannya berlayar ke perairan pesisir Sumatera.

Baca Juga :   Banjir Bandang Mengakibatkan 28 Jembatan Rusak di Lebak

“Sudah sejak Desember 2019, nelayan enggan melaut karena ombak mencapai tiga meter. Mereka khawatir kapalnya terhempas ombak dan karam di tengah laut,” kata dia.

Terkait cuaca buruk ini, pemerintah telah mengimbau para nelayan yang berada di kawasan perairan itu untuk tidak melaut.

“Sebagai gantinya, kami sarankan mencari ikan di area perairan sungai saja,” kata dia. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemkab Badung Salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Tahap II

Badung, KoranSN Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap II …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.