Nenek Asusila Terhadap Bocah SD Diduga Anut Ilmu Hitam

Kanit PPA Polresta Palembang, Ipda Henni saat diwawancari terkait lanjutan kasus dugaan tindak asusila yang dilakukan seorang nenek lanjut usia. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kasus dugaan tindak asusila yang dilakukan ‘JW’, seorang nenek berusia 69 tahun terhadap ‘A’ (13), bocah kelas 5 SD beberapa waktu lalu menuai babak baru. Pasalnya, ‘JW’ yang akrab disapa nenek Madura dan memiliki keseharian sebagai pemulung tersebut, diduga menganut aliran ilmu hitam.

Hal itu terungkap saat ‘R’ (33), ibundan dari korban ‘A’, Senin siang (17/7/2017) kembali mendatangi Polresta Palembang untuk menanyakan tindak lanjut proses laporannya kepada pihak berwajib terkait aduan asusila yang sebelumnya ia buat.

Menurut cerita Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tinggal di Kecamatan IB I Palembang ini, dugaan adanya jika ‘JW’ menganut ilmu hitam muncul dan timbul dari cerita-cerita para tetangganya yang sering melihat keanehan dari keseharian terlapor.

“Menurut cerita para tetangga, jika terlapor yang akrab disapa nenek ‘HR’ alias nenek Madura ini sering menunjukan keanehan pada kesehariannya, seperti seringnya nenek tersebut keluar malam. Padahal melihat diusia nenek itu, sangat tak memungkinkan jika tubuh wanita yang sudah usia lanjut tahan untuk terus terkena angin malam,” jelasnya.

Baca Juga :   Kakek di Lahat Tewas Terpanggang Api

‘R’ juga mengaku, terlapor terus mengancam korban, jika korban ‘A’ tak ingin lagi menemuinya untuk melakukan hubungan badan dengan terlapor, nenek ‘JW’ akan melukai korban.

Hal tersebut diakui ‘R’ menambah rasa ketakutan bagi anaknya, karena korban masih teringat dengan perbuatan terlapor sebelumnya saat terlapor berurang kali memaksa korban untuk melakukan hubungan badan.

Ditambahkan ‘R’, terlapor setidaknya sudah sepuluh kali mengajak anaknya
untuk melakukan hubungan suami istri dan setiap kali usai melakukannya, anaknya tersebut selalu diberi uang oleh JW sebesar Rp 15 ribu atau kurang dari itu.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Henny Kristianingsih mengatakan, saat ini terlapor belum dilakukan pemanggilan lantaran masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan para saksi.

Menurut Henny, usai melaporkan dugaan tindak asusila yang dilakukan terlapor, pihak keluargan menerima beberapa selebaran surat yang berisikan nada ancaman. Namun, belum diketahui pasti yang mengirim surat tersebut.

Baca Juga :   Tak Terima Ditagih Hutang, Pegawai Honorer di Musirawas Tusuk IRT dengan Pisau

“Surat tersebut diselipkan si pengirim dibalik selip-selipan lantai pintu rumah korban,” jelasnya sambil menunjukan selebaran surat tersebut.

Namun saat disinggung terkait sikis korban, Henny menjelaskan, di hari pertama masuk sekolah korban belum memperlihatkan ada hal-hal yang mengganggu aktifitas korban
terkait apa yang sebelumnya dialami korban.

“Keseharian korban terus dalam pengawasan kedua orang tuanya. Setelah cukup bukti, terlapor secepatnya akan dilakukan pemanggilan. saat ini kita masih memintai keterangan para saksi,” ungkapnya.

Terkait adanya dugaan jika terlapor menganut ilmu hitam atau sejenisnya, Henny belum bisa menanggapi itu. “Itu masih isu-isu yang beredar saja dikalangan tetangga. namun yang pasti jika terbukti bersalah terlapor dapat dikenakan undang-undang perlindungan anak,” tandasnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Amankan Dokumen dari Geledah Rumah Tersangka Abdul Rozaq Muslim

Jakarta, KoranSN KPK mengamankan dokumen dari penggeledahan di rumah tersangka anggota DPRD Jawa Barat 2014-2019 …