Nenek Juminten Tewas Diduga Diterkam Harimau Saat Nyadap Karet

Ilustrasi. (foto-net)

Muratara, KoranSN

Asia Juminten (61) binti Ario Diaso, warga Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tewas diduga diterkam harimau saat sedang menyadap karet, Senin (17/6/2019)

Sapri, warga Sungai Jernih yang juga tetangga korban menuturkan, korban biasanya pergi menyadap karet sekitar pukul 08.30 Wib dan pulang pukul 17.00 Wib, namun pada Senin (17/6), hingga menjelang maghrib korban belum juga pulang dari kebun.

Kemudian, merasa orang tuanya belum juga pulang, anak korban dan bersama dengan temannya lalu menyusul ke kebun karet tempat dimana korban menyadap karet. Setelah dipanggi beberapa kali oleh anaknya tidak ada jawaban sama sekali dari korban, merasa tidak ada jawaban tadi lalu anak korban pulang dan meminta bantuan dengan warga untuk mencari orang tuanya karena hari sudah malam tetapi orang tuanya belum juga pulang dari kebun.

Mendengar keterangan dari anak korban, lalu warga Desa Sungai Jernih bersama-sama mencarinya ke kebun karet dimana korban menyadap karet tersebut.

“Setelah kami mencari kesana kemari di kebun karet tersebut, sekitar 20.30 Wib akhirnya jasad korban kita temukan dalam keadaan sudah meninggal dunia dengan kepala penuh luka seperti bekas cakaran,” tutur Sapri, yang ditemui, Selasa (18/6/2019).

Baca Juga :   2 Kurir Sabu Divonis 14 Tahun dan 15 Tahun Penjara

Setelah jasad korban ditemukan, kemudian warga berkumpul ditempat ditemukan korban sambil menunggu anaknya.

“Kita tidak berani langsung mengangkat korban sebelum anaknya melihat kondisi orang tuanya terlebih dahulu karena kita juga takut kalau korban ini meninggal ada sebab lain. Setelah anaknya melihat kondisi orang tuanya seperti itu barulah warga mengangkat jasad korban dan langsung dibawak ke Dusun Sungai Jernih langsung ke rumah duka,” cerita Sapri.

Ia menuturkan, jarak dari kebun karet tempat korban menyadap tersebut sekitar satu kilometer dari perkampungan warga.

“Pada saat kita menemukan korban posisinya terlentang dan wajahnya miring kekanan, tidak ada bekas luka di bagian tubuhnya kecuali dari leher keatas, kepalanya ada luka seperti dicakar, kemudian luka di leher bagian kanan seperti dicakar, di wajahnya ada luka bekas cakaran, gigi depan bagian atas lepas. Kalau dugaan kami, korban ini diterkam harimau sebab banyak lukanya seperti dicakar dan digigit semacam taring. Menurut cerita tua tua Dusun ini kalau digigit binatang buas lainnya lukanya tidak seperti ini,” tutur Sapri.

Kejadian tersebut diprediksi sekitar pukul 10.00 atau pukul 11.00 siang, karna pada saat korban ditemukan luka-lukanya sudah dipenuhi dengan telur-telur lalat dan darahnya sudah mengering.

Baca Juga :   Pelaku Begal Sadis Tembak Kepala Korban di 13 Ulu Terus Diburu

“Korban sepertinya ditarik (diseret) karena dari lokasi kejadian pertama hingga lokasi yang kita temukan semalam berjarak sekitar 10 meter, kenapa korban tersebut kita katakan diseret karna kita melihat darah korban yang sudah mengering itu dibawah daun daun kering, kalau korban itu sempat berlari atau berjalan otomatis darahnya pasti ada lah yang berceceran diatas daun-daun itu,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, David Haryadi membenarkan jika ada warganya yang meninggal dunia diduga diterkam harimau.

“Saya belum bisa memastikan korban diterkam binatang apa, tapi kalau menurut cerita dari tetua-tetua desa ini dan melihat bekas lukanya, dugaan sementara korban tersebut diterkam oleh harimau,” kata Kades.

“Hari ini juga (18/6) korban sudah dikebumikan di TPU Desa Sungai Jernih,” tutupnya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polri Tetapkan Delapan Tersangka Kasus Kebakaran Kejaksaan Agung

Jakarta, KoranSN Tim penyidik gabungan Polri menetapkan delapan orang tersangka, dalam kasus kebakaran Gedung Utama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.