Nenek Perkosa Bocah SD Ditangkap



Ilustrasi. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Harni alias Nenek Har alias Nenek Jawo alias Nenek Madura (63), yang merupakan tersangka pemerkosa bocah SD kelas 5, Kamis (20/7/2017) akhirnya ditangkap aparat kepolisan Sat Reskrim Unit PPA Polresta Palembang. Saat diamankan, tersangka mengaku nekat melakukan hubungan intim dengan korban atas dasar suka sama suka.

Menurut tersangka yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung yang tinggal di kawasan IB I ini, jika dirinya menyayangi dan mencintai anak tersebut serta berniat ingin menjadikan bocah itu sebagai suami keduanya dengan menikahinya. Bahkan ia mengaku jika ia dan anak SD itu sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, bahkan ia dan korban nyaris puluhan kali melakukan hal itu.

“Tak ada paksaan sama sekali, itu mereka lakukan atas dasar suka sama suka. Saya tak pernah memaksa, seperti apa yang diceritakan orang tua korban. Paling saya hanya pernah memarahinya dengan omongan, itupun untuk kebaikannya bukannya megancam atau menakut-nakuti korban. Kan namanya orang sayang, wajarkan marah demi kebaikannya,” terangnya.

Dijelaskannya, selain sibuk sebagai pemulung dirinya juga terkadang sering diminta bantuan oleh para tetangga untuk pijat urut.

Baca Juga :   Oknum PNS Pemkab OKU Disergap Sedang Pesta Narkoba

“Siang saya memulung dan terkadang kalau malam saya ngurut. Nah, pas saya pulang dari ngurut terkadang anak itu sudah ada di rumah saya, bahkan hampir tiap malam, suami saya juga tahu kalau anak itu sering main ke rumah dan suami saya tidak cemburu,” ungkapnya lugas.

Namun terkait niatnya yang sebelumnya ingin menjadikan anak kelas 5 SD tersebut sebagai suami, nenek Madura kecewa ketika kembali ditanya prihal keinginannya itu. Kekecewaan sang nenek lantaran anak kecil yang sudah ia cintai tersebut, melaporkannya kepolisi hingga membuatnya harus dipenjara.

“Sebelumnya, saya memang ingin menikah dengannya, tapi sudahlah lupakan, sekarang saya tidak ingin lagi. Dia sudah laporkan saya ke polisi, padahal saya tidak bersalah, kan suka sama suka,” ujarnya.

Sementara, Kanit PPA Polresta Palembang, Ipda Heny Kristian Nigsih mengatakan, nenek Madura diamankan setelah sebelumnya pihaknya mengumpulkan bukti-bukti terkait laporan tindak asusila yang dituduhkan terhadap nenek tersebut. Bahkan, suami sang nenek juga mengakui jika ia sering melihat isterinya bersama bocah tersebut sering tidur bareng.

“Kasus ini masih terus kami dalami, dan yang bersangkutan sekarang berstatus tersangka. Atas perbuatannya Nenek Madura dapat dijelar dengan Pasal 82 ayat (1) UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dibawah umur,” ungkapnya.
Sedangkan Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono membenarkan adanya penangkapan nenek tersebut. “Betul, nenek itu sudah kita jemput dan kita periksa. Kini penyidik masih mendalami kasusnya,” terang Kapolresta Palembang.

Baca Juga :   KPK Limpahkan Berkas Perkara Penyuap Wali Kota Cimahi Nonaktif

Diberitakan sebelumnya, ‘R’ Ibunda bocah SD tersebut menerangkan, tersangka terus mengancam korban akan melukai korban jika anaknya tak ingin lagi menemui tersangka untuk melakukan hubungan badan. Hal tersebut diakui ‘R’ menambah rasa ketakutan bagi anaknya, karena korban masih teringat dengan perbuatan tersangka. “Setiap kali usai melakukan hal itu, anak saya selalu diberi uang oleh tersangka uang sebesar Rp 15 ribu atau kurang dari itu,” ungkapnya. (den)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK: Izin Penggeledahan Kantor PT Jhonlin Baratama Sudah Sesuai Aturan

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan proses pengajuan izin penggeledahan di Kantor PT Jhonlin …