Neymar Terancam Hukuman Tujuh Laga

Neymar bersitegang dengan Alvaro Gonzalez di akhir pertandingan antara PSG vs Olympique Marseille pada 14 September 2020.(foto-antara)

Jakarta, KoranSN

Neymar terancam mendapat larangan bermain di tujuh pertandingan setelah ia diusir keluar lapangan karena memukul pemain Marseille Alvaro Gonzalez, menurut laporan The Sun, Selasa (15/9).

Pemain Brazil tersebut salah satu dari lima pemain yang mendapatkan kartu merah setelah terlibat dalam perkelahian hebat di akhir laga saat PSG kalah 0-1 atas Marseille, Senin.

Melalui akun Twitter miliknya, Neymar menuduh bek asal Spanyol Alvaro melakukan pelecehan rasial terhadapnya. Neymar mengklaim Alvaro memanggilnya ‘anak monyet’.

Neymar mendapatkan kartu merah karena terbukti memukul bagian belakang kepala Alvaro, dan RMC Sport melaporkan bahwa pemain berusia 28 tahun itu bisa diskors sebanyak tujuh pertandingan.

Alvaro mengeluarkan pernyataan anti-rasisme di Twitter setelah pertandingan sambil mengatakan bahwa ‘tidak ada tempat untuk rasisme’ bersamaan dengan foto dengan rekan satu timnya yang berkulit hitam.

Namun, PSG secara terbuka mendukung Neymar setelah diduga menjadi sasaran rasisme.

Baca Juga :   Hasil lengkap laga sepakbola, Jumat (4/3) dini hari WIB:

“Paris Saint-Germain sangat mendukung Neymar Jr yang dilaporkan menjadi sasaran pelecehan rasial oleh pemain lawan,” tulis PSG dalam pernyataan resmi mereka pada Senin.

“Klub menyatakan kembali bahwa tidak ada tempat untuk rasisme dalam masyarakat, dalam sepak bola atau dalam hidup kita dan meminta semua orang untuk berbicara menentang semua bentuk rasisme di seluruh dunia.”

Badan sepak bola profesional Prancis (LFP) akan meninjau insiden tersebut sebelum memberikan sanksi yang sesuai dan PSG mengatakan bahwa mereka ‘menantikan’ untuk melihat faktanya.

Melalui akun Twitter, Neymar juga mengecam Gonzalez dengan mengatakan ia ‘bukan seorang pria’, ‘rasis’ dan ‘Saya tidak menghormati Anda’.

Dia mengeluarkan pernyataan lebih lanjut di Instagram story-nya pada Senin di mana ia menjelaskan bahwa ia ‘memberontak’ dan ‘tidak bisa berdiam diri saja’.

Baca Juga :   Ronaldo Dikontrak Juventus Empat Tahun

“Kemarin saya ingin mereka yang bertanggung jawab atas pertandingan (wasit, asisten) untuk memposisikan diri mereka sendiri secara tidak memihak dan memahami bahwa tidak ada lagi tempat untuk sikap berprasangka buruk.

“Rasisme ada, itu ada, tetapi kita harus menghentikannya. Tidak lagi, cukup!”

“Saya menerima hukuman saya karena saya seharusnya mengikuti jalan sepak bola yang bersih. Saya berharap, di sisi lain, pelaku (tindakan rasial) juga akan dihukum,” tambah Neymar.

“Orang itu bodoh, saya juga bertingkah seperti orang bodoh karena membiarkan saya terlibat di dalamnya.” (antara/awj)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Jamie Vardy Pimpin Leicester Hancurkan Man City 5-2

Jakarta, KoranSN Hattrick Jamie Vardy dan dua gol dari James Maddison serta Youri Tielemans membawa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.