Nishfu Sya’ban dan Bersihnya Hati

nisfu-syaban

TAK lama Bulan Suci Ramadhan akan datang. Bagi umat Muslim yang taat, tak sabar rasanya menanti tibanya bulan penuh khidmat.

Rindu selalu dengan bulan suci, bulan dari seribu bulan. Banyak yang dilakukan umat Islam untuk memperbanyak amalan dan makin mendekatkan diri dengan Allah SWT. Semuanya dilakukan tak lain untuk mendapat barokah dan timpalan pahala dari Sang Khali.

Menjelang datangnya puasa, banyak umat Islam yang melakukan puasa pertengahan bulan Sya’ban yang biasa disebut Nishfu Sya’ban.

Puasa Nishfu Sya’ban adalah puasa sehari yang dilakukan pada pertengahan bulan Sya’ban yaitu tanggal 15. Puasa ini sangat terkenal di kalangan kaum Muslimin. Puasa Nishfu Sya’ban dapat dilakukan perincian, sangat diyakini pada malam nifsyu Sya’ban, Allah SWT akan turun ke langit dunia.

Memang banyak cara yang dilakukan Umat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Memang menurut para ulama terdapat hikmah dari disyariatkan atau disunahkan untuk memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, diantaranya untuk mengagungkan atau memuliakan bulan Ramadhan.

Baca Juga :   Panjangnya Perjalanan Korupsi Lahan Kuburan

Puasa di bulan Sya’ban ini diibaratkan seperti ibadah qabliah seperti shalat sunnah qabliah sebelum melaksanakan shalat yang fardu. Hal ini juga dimaksudkan sebagai latihan atau persiapan untuk menjalankan Puasa Ramadhan. Hal ini dimaksudkan supaya orang tidak terbiasa puasa tidak kaget ketika menjalani Puasa Ramadhan sebulan penuh.

Menganjurkan ibadah pada bulan ini juga dimaksudkan karena bulan Syaban ialah bulan yang banyak dilalaikan kaum Muslimin. Hal ini dikarenakan bulan Sya’ban jatuh di antara dua bulan yang besar dalam Islam yaitu bulan Rajab dan Ramadhan. Sehingga dalam rangka mengingatkan kaum muslimin bahwa sesungganya bulan Sya’ban juga merupakan bulan yang penting, maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam banyak-banyak berpuasa di bulan ini.

Hal ini berdasar hadis yang dikeluarkan oleh Imam An Nasai dalam sunnahnya, ketika Usamah Radliyallaahu ‘anhu bertanya, ”Kenapa engkau wahai Rasulullah sering kali puasa sya’ban?” maka di jawab oleh Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam, ”Sya’ban itu bulan yang sering dilalaikan oleh orang-orang, ia jatuh antara Rajab dan Ramadhan, dan bulan itu ialah bulan di mana amalan-amalan hamba dinaikkan kepada Allah, saya ingin ketika amalan saya diangkat kepada Allah dalam keadaan saya sedang berpuasa.”

Baca Juga :   Pemerintah Harus Cepat Atasi Ekonomi

Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan memperbanyak amalan ibadah dan mari kita jaga bulan suci dengan menjaga puasa kita selama sebulan penuh, hingga kita sama-sama mendapat berkah di Hari Kemenangan nanti. (***)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Pengabdian Tanpa Akhir Sang Mantan Gubernur Sumsel

  Oleh Zulkarnain Alregar KETIKA pertama kali Provini Sumatera Selatan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.