Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

NTT Mulai Budidayakan Ikan Kerapu di Labuan Kelambu Pulau Flores

Kawasan Labuan Kelambu, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi lokasi budidaya ikan kerapu. (foto-antaranews)

Kupang, KoranSN

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ganef Wurgiyanto mengemukakan, pihaknya mulai mengerjakan budidaya ikan kerapu di perairan Labuan Kelambu, Kabuaten Ngada, Pulau Flores.

“Budidaya kerapu di Labuan Kelambu sedang kami mulai, saat ini sementara dalam pengerjaan rumah-rumah ikan di lapangan,” kata Ganef di Kupang, Selasa (17/9/2019).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan kelanjutan rencana Pemerintah Provinsi NTT membudidayakan ikan kerapu di Labuan Kelambu, Kabupaten Ngada, Pulau Flores.

Baca Juga :   PPM Diharapkan Aktif Promosikan Pariwisata Minahasa Tenggara

Dia menjelaskan, program budidaya ini ini dihadirkan sebagai bagian dari intervensi pemerintah provinsi untuk membangun perekonomian masyarakat setempat menyusul selesainya konflik batas wilayah antara Kabupaten Ngada dengan Kabupaten Manggarai Timur.

Mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Provinsi NTT itu menjelaskan penebaran benih ikan kerapu untuk kegiatan budidaya saat ini sudah dalam proses tender.

Pemerintah provinsi sendiri, lanjutnya, telah mengalokasikan anggaran senilai Rp7,5 miliar untuk pengadaan benih dengan harga sekitar Rp5.500 per ekor beserta biaya pengangkutan.

“Setelah tender dan persiapan di lapangan sudah siap maka penebaran benih bisa dilakukan yang kami targerkan November 2019 mendatang,” katanya.

Baca Juga :   55 Peneliti Temukan Potensi Alam Pulau Kecil Terluar di Indonesia

Ia mengatakan, benih ikan kerapu yang dipersiapakan mencapai sebanyak satu juta ekor yang akan ditebarkan sekaligus di lokasi tersebut.

Ganef berharap program budidaya ini bisa berjalan lancar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah sekitarnya.

“Karena target kita hasilnya berupa ikan-ikan yang berkualitas untuk diekspor maupun suplai untuk kebutuhan daerah wisata di Pulau Flores maupun Bali,” katanya. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pemkab Kulon Progo Kembangkan Pantai Glagah Sebagai Kawasan Konservasi

Kulon Progo, KoranSN Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan mengembangkan Pantai Glagah sebagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.