Nyaris Adu Jotos, Pelayanan Puskesmas Abab Membuat Kecewa Warga

Tampak ruang IGD Puskesmas Kecamatan Abab. (foto/Anasrul)
Tampak ruang IGD Puskesmas Kecamatan Abab. (foto/Anasrul)

PALI, KoranSN

Pelayanan Puskesmas Kecamatan Abab Kabupaten PALI membuat kecewa warga setempat. Bahkan, kekecewaan warga terhadap pelayanan Puskesmas yang terletak di Desa Betung ibukota kecamatan Abab tersebut nyaris menimbulkan keributan, Minggu (2/10/2016), sekitar pukul 18:00 WIB.

Dimana pada saat itu ada dua warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab mengalami kecelakaan lalulintas yang harus ditolong secara intensif karena lukanya cukup serius.

Kejadian yang nyaris adu jotos tersebut diungkapkan Haris (45) warga Desa Karang Agung. Ia merasa kecewa terhadap pelayanan Puskesmas tersebut, ketika membawa dua keluarganya yang mengalami kecelakaan.

“Kami kecewa sekali, pegawai di Puskesmas tersebut sangat arogan. Ketika kami datang dan meminta rujukan untuk membawa korban kecelakaan lalulintas ke Rumah sakit, malah emosi dan menutup pintu dengan keras,” ujarnya.

Baca Juga :   Dinsos Pagaralam Pantau Penyaluran BPNT

Akibatnya, lanjut Haris dirinya dan warga lain yang membawa korban tersulut emosi dan nyaris adu jotos dengan petugas Puskesmas tersebut.

“Siapa orangnya yang tidak marah, ketika ada keluarganya sekarat, pas dibawa ke Puskesmas dan meminta rujukan, malah tidak dilayani. Untung kejadian itu masih dapat dicegah dan kami mengalah untuk membawa korban ke rumah sakit tanpa rujukan. Namun, kami minta kepada pemerintah yang berwenang yang menangani ini, tolong kroscek Puskesmas yang ada di Abab, tingkatkan pelayanannya agar kejadian serupa tidak terulang,” pintanya.

Sementara itu Kepala Puskemas Abab Eni Hertina menyangkal kalau ada petugasnya bersikap arogan.

“Petugas kami selalu ada tiap malam, karena kita melayani masyarakat 24 jam serta Puskesmas kita juga telah dilengkapi Instalasi Gawat Darurat (IGD). Kami rasa kejadian adu mulut yang nyaris adu jotos itu karena salah paham, karena mungkin keluarga korban kecelakaan panik,” kilahnya.

Baca Juga :   Mantan Menpora Imam Nahrawi Ajukan Diri Sebagai "Justice Collaborator"

Sama halnya diutarakan salahsatu petugas Puskesmas yang enggan disebutkan namanya itu. Kepada awak media, dirinya membeberkan kejadian hari minggu kemarin.

“Kejadian kemarin bukan nyaris pak, tapi terjadi pemukulan terhadap petugas Puskesmas oleh warga yang memaksa meminjam alat ambulan. Bukan kami tidak melayani, tapi mereka yang datang langsung memaksa dan marah-marah,” ungkapnya, Senin (3/10/2016). (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Bupati Kutai Timur Nonaktif Ismunandar Segera Disidang

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan barang bukti dan lima tersangka dalam kasus suap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.