OKI Komitmen Asian Games 2018 Zero Asap

Plt Bupati OKI, HM Rifai SE (baju putih) bersama Kapolda Sumsel saat meninjau sekat kanal untuk mencegah Karhutlabun. (foto-maniso/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

Kabut asap yang pernah mengganggu Provinsi Sumsel, diyakini tak akan terulang lagi. Bahkan untuk even Asian Games 2018, pemangku kebijakan di Kabupaten OKI telah berkomitmen pesta olahraga se-Asia ini akan zero (nol) atau tanpa asap.

Mencegah kebakaran hutan, lahan dan kebun (Karhutlabun) 2018 merupakan inti komitmen semua pemangku kebijakan di daerah ini. Kesiapsiagaan tersebut mereka tujukan untuk menyukseskan Asian Games 2018 bulan Agustus di Palembang dan Jakarta.

Kesepakatan bersama dilakukan dengan menyiagakan peralatan dan personil serta penandatanganan komitmen siaga Karhutlabun oleh Kapolda Sumsel, Forkopimda, BPBD, Manggala Agni dan lebih dari 19 perusahaan perkebunan di Kabupaten OKI.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Zulkarnaen Adi Negara yang memimpin apel siaga meminta komitmen kesiapsiagaan semua pihak terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan mengingat Sumsel akan menjadi tuan rumah Asian Games.

“Perintah langsung Bapak Presiden, kita harus siaga Karhutla. Apalagi bangsa kita akan menjadi tuan rumah Asian Games beberapa bulan lagi,” ungkap Kapolda pada apel siaga Karhutlabun yang diselenggarakan PT Sampoerna Agro di Kebun Gading Cempaka Desa Kayulabu Kecamatan Pedamaran Timur Kabupaten OKI belum lama ini.

Baca Juga :   Tagana Muratara Galang Dana Korban Banjir Lahat

Menurut Kapolda, berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau akan dimulai pada bulan Juni sampai dengan September 2018. Untuk itu menurut dia, meski curah hujan saat ini masih tergolong tinggi, kesiapsiagaan tetap perlu ditingkatkan dan menjadi prioritas bagi Sumsel.

“Saya minta kepada jajaran TNI/Polri, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk siap siaga,” ungkapnya.

Kapolda juga mengapresiasi siaga dini jajaran stakeholder di Kabupaten OKI untuk mencegah kebakaran hutan, lahan dan kebun.

Plt Bupati OKI HM Rifai SE mengungkapkan, bencana Karhutlabun 2015 menjadi pelajaran penting bagi masyarakat OKI. “Bencana tahun 2015 menjadi pelajaran bagi kita semua, untuk itu tiap tahun kita lebih waspada dini dengan menetapkan status siaga Karhutlabun sejak awal tahun lalu. Hasilnya, tahun 2016 dan 2017 kita terhindar dari bencana Karhutlabun,” ungkap Rifa’i.

Baca Juga :   Siapkah Pemkab Lahat dan Warganya Menuju Hidup New Normal?

Chief Operating Operation (COO) PT Sampoerna Agro Parluhutan Sitohang mengungkapkan, selain meningkatkan sarana peralatan internal, pihaknya terus melakukan pembinaan keberlanjutan terhadap Kelompok Tani Peduli Api (KTPA).

“Sejak 2016, kami telah membina 500 kader KTPA dari 53 desa di 15 kecamatan yang berada di wilayah operasional. Ini bagian upaya pencegahan selain kesiagaan dari internal perusahaan,” ungkap dia. (iso)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Gedung Dewan Steril dengan Disinfektan Sebelum Puncak Peringatan Hari Jadi OKU Timur

OKUT, KoranSN Hari Jadi OKU Timur ke-17 tahun diadakan sangat sederhana, bahkan acaranya dipusatkan di …