Selasa , September 25 2018
Home / Headline / Oknum Guru SD Jadi Otak Perampokan Sopir Travel

Oknum Guru SD Jadi Otak Perampokan Sopir Travel

diamankan
MENUNJUKKAN-Kombes Pol Daniel TM Silitonga menunjukkan tali tambang yang digunakan tersangka Muhammad Sohan (diborgol, nomor dua dari kiri) dan tersangka Evan Irawan (duduk di kursi) untuk menjerat leher korban. FOTO-DEDY/KORANSN

Palembang, KoranSN

Muhammad Sohan (46), oknum guru di salah satu Sekolah Dasar (SD) di Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang, Senin (31/10/2016) dibekuk kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Ia diduga menjadi otak perampokan sopir travel bernama Iskandar hingga membuat korban tewas bersimbah darah usai kepalanya ditikam senjata tajam (sajam) jenis pisau, 29 September 2016 lalu saat mobil travel yang dikendarai korban melintas di Jalan Desa Lebak, Muara Enim.

Selain meringkus tersangka Muhammad Sohan yang tercatat sebagai warga Desa Landur, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang. Dalam kasus ini, polisi juga membekuk adik iparnya, Evan Irawan (39), warga Jalan Sapta Marga, Lorong Tanjung Sari II, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni Palembang, yang juga terlibat dalam aksi perampokan berujung tewasnya korban. Sementara satu pelaku lagi berinisial, ‘TN’ (DPO) masih dalam pengejaran anggota kepolisian.

Dalam gelar tersangka dan barang bukti di Mapolda Sumsel, tersangka Muhammad Sohan mengakui dirinya memang otak dari perampokan korban. Namun, ia tak menyangka jika dalam aksi perampokan tersebut menyebabkan korban tewas usai kepala korban ditikam senjata tajam oleh rekannya ‘TN’.

“Karena saya memiliki hutang di leasing setelah menggadaikan BPKB mobil keponakan saya, makanya saya mempunyai ide merampok sopir travel dengan mengajak adik ipar saya, Evan Irawan dan teman saya ‘TN’. Saya memiliki ide merampok, karena sudah tujuh bulan angsuran di leasing tidak terbayar. Dari itu muncul niat untuk merampok. Tapi, saat saya mengajak Evan Irawan dan ‘TN’, keduanya saya pesankan jika saat merampok jangan sampai membunuh, namun saat kejadian ternyata ‘TN’ menikam kepala korban dengan pisau hingga korban meninggal dunia,” katanya.

Diceritakannya, ia menggadaikan BPKB mobil keponakannya tersebut, berawal saat uang tunai Rp 30 juta untuk usaha dagangannya yang ada di mobil pick-up miliknya hilang beserta mobilnya karena dicuri, saat di pasar Lubuk Linggau. Dikarenakan uang Rp 30 juta yang hilang merupakan uang patungan usaha dari teman-temannya, untuk itu ia menemui keponakannya dan meminjam BPKB mobil untuk digadaikan ke leasing.

“Saya memang PNS guru di salah satu SD di Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang. Karena saya hendak mencari sampingan usaha, maka saya menggadaikan SK PNS saya ke bank untuk membeli mobil pick-up. Setelah itu, saya bersama teman saya patungan membeli kopi dan sayuran dari petani, yang kemudian dijualkan di pasar. Berjalannya waktu, usaha tersebut berjalan dengan baik namun saat saya sedang di pasar Lubuk Linggau mobil pick-up yang di dalamnya ada uang Rp 30 juta itu saya tinggalkan untuk ngopi di warung. Ketika itulah, tiba-tiba mobil pick-up saya tersebut hilang dicuri orang,” jelasnya.

Baca Juga :   AKBP Andes Purwanti Pimpin Penyergapan Home Industri Miras Oplosan di Muba

Dilanjutkanya, dikarenakan uang yang berada di dalam mobil pick-up merupakan uang patungan dari temannya, hingga membuatnya bingung mencari cara untuk mengembalikan uang tersebut. Hingga akhirnya ia meminjam BPKB mobil keponakannya untuk digadaikan ke leasing.

“Ketika itu, kopanakan saya mengizinkan saya menggadaikan BPKB mobilnya. Setelah BPKB saya gadaikan di leasing senilai Rp 30 juta, kemudian saya membayarkan uang kepada teman saya yang telah hilang saat mobil pick-up saya dicuri. Tapi, saat hendak membayar angsuran perbulan Rp 1 juta lebih ke leasing saya tak sanggup hingga menunggak 7 bulan. Dari itulah muncul niat saya untuk melakukan perampokan dengan mengajak Evan Irawan dan ‘TN’,” ceritanya.

Lebih jauh diungkapkan tersangka, saat melancarkan aksi perampokan ia bersama Evan Irawan dan ‘TN’ mencari korbanya di Simpang Kertapati Palembang. Ketika itu, ia melihat korban sedang membawa mobil travel seorang diri sehingga ia dan dua rekannya pun naik ke travel tersebut.
“Saat di dalam mobil travel, saya duduk di samping korban yang sedang menyetir. Sedangkan Evan Irawan dan ‘TN’ duduk persis di belakang sopir. Sebelumnya, saya telah membekali Evan Irawan tali tambang untuk menjerat leher korban dari belakang. Hingga saat mobil travel melintasi kawasan Desa Lebak Muara Enim, saya pura- pura buang air kecil lalu sopir menepikan mobil ke pinggir jalan. Nah, ketika itulah Evan Irawan menjerat leher korban, kemudian saya langsung mengambil alih kemudi mobil travel. Di saat itulah tiba-tiba dari arah belakang ‘TN’ menikam kepala korban dengan pisau, saya tak menyangka mengapa ‘TN’ menikam korban hingga korban pun tewas. Padahal, sebelum melakukan aksi, saya sudah ingatkan jangan membunuh korban,” ujarnya.

Menurutnya, usai kejadian lalu jenazah korban ditinggalkan di perkebunan yang tak jauh dari lokasi kejadian. Setelah itu mobil korban dijualkannya kepada seseorang di kawasan Air Keruh.

“Mobil itu saya jualkan kepada ‘GN’ (DPO) senilai Rp 20 juta. Dari ung tersebut saya mengambil bagian Rp 4.800 ribu, kemudian sisanya dibagi dua untuk Evan Irawan dan ‘TN’. Setelah aksi perampokan tersebut, saya kembali ke rumah dan mengajar di sekolah sebagai guru seperti biasanya hingga akhirnya saya ditangkap polisi setelah adik ipar saya Evan Irawan tertangkap lebih dulu,” tutupnya.

Sedangkan tersangka Evan Irawan mengungkapkan, dirinya ikut melakukan aksi perampokan setelah diajak oleh kakak iparnya Muhammad Sohan.

Baca Juga :   Bawa Kabur Motor Mantan Pacar, Ade Malah Ditipu Teman

“Muhammad Sohan sedang butuh uang untuk membayar hutang di leasing. Lalu, dia mengajak saya merampok sopir travel tersebut. Awalnya, memang kami tidak niat membunuh korban bahkan saat saya menjerat leher korban dengan tali, korban mengatakan ‘jangan bunuh aku’. Namun, tiba-tiba ‘TN’ langsung menikam kepala korban berkali-kali dengan pisau hingga korban tewas. Padahal saat itu korban tak melakukan perlawanan, saya juga tak tahu mengapa sampai ‘TN’ menikam korban, kemungkinan ‘TN’ ketika itu sedang panik,” ungkapnya.

Dilanjutkan tersangka Evan Irawan, setelah menusuk korban dengan pisau, lalu korban diturunkan dari dalam mobil travel di kawasan perkebunan yang tak jauh dari lokasi kejadian.

“Setelah korban diturunkan, ‘TN’ mengeluaran pisau dan merobek-robek celana dan pakaian yang dikenakan korban. Hal itu dilakukan ‘TN’ untuk menghilangkan jejak, supaya polisi menyangka jika korban tewas akibat korban tabrak lari,” tandasnya.

Sementara Direktur Reserese Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel TM Silitonga mengatakan, tersangka Muhammad Sohan dan Evan Irawan diringkus setelah anggotanya melakukan penyelidikan dari temuan jenazah korban di pinggir jalan Desa Lebak Muara Enim.

“Dari hasil penyelidikan, akhirnya kita mendapati identitas tersangka perampokan berujung pembunuhan korban yang pelakunya berjumlah tiga orang. Awalnya, ditangkap tersangka Evan Irawan yang kemudin kita juga menangkap tersangka Muhammad Sohan yang merupakan oknum guru di salah satu SD di Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang,” ujar Daniel.

Lanjutnya, sedangkan untuk satu tersangka lainnya yakni, ‘TN’ (DPO) kini masih diburu anggota di lapangan. Dalam kasus perampokan dan pembunuhan korban, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing.

“Untuk tersangka Muhammad Sohan, diduga otak perampokan dan berperan membawa dan menjualkan mobil milik korban. Kemudian, untuk tersangka Evan Irawan memiliki peran menjerat leher korban dengan tali tambang. Sementara untuk pelaku ‘TN’ yang masih buron berperan menikam korban dengan senjata tajam. Kasus ini masih kita kembangkan, karena sampai kini kita belum mendapati mobil korban yang dijualkan tersangka, selain itu untuk ‘TN’ dan penadah yang membeli mobil milik korban juga masih dilakukan pengejaran,” tegas Daniel.

Masih diungkapkan Daniel, untuk mempertangungjawabkan perbuatan tersangka maka untuk tersangka Muhammad Sohan dan  Evan Irawan yang telah tertangkap, keduanya dijerat dengan Pasal 365 ayat (3) KUHP tentang tindak pidana perampokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Dimana untuk ancaman hukuman pidanannya 15 tahun hingga 20 tahun penjara,” pungkasnya. (ded)

Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Fitriyanti

Fitriyanti

Lihat Juga

Polsek Sungai Lilin Gagalkan Penyeludupan Ribuan Burung Kolibri Asal Riau

Sekayu, KoranSN Berkat digelarnya kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) secara rutin oleh Polsek Sungai Lilin, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!