Rabu , Desember 12 2018
Home / Lacak / Oknum Ketua RT dan Pegawai Honorer Diterjang Timah Panas

Oknum Ketua RT dan Pegawai Honorer Diterjang Timah Panas

DIAMANKAN- Heryanto oknum Ketua RT (duduk di tengah), Dwi Nurul Iman (kanan), dan Rinto Harahap. Tiga tersangka pencurian dan kekerasan saat diamankan di Polda Sumsel. (Foto-Dedy/Koransn.com)
DIAMANKAN – Heryanto oknum Ketua RT (duduk di tengah), Dwi Nurul Iman (kiri), dan Rinto Harahap. Tiga tersangka pencurian dan kekerasan saat diamankan di Polda Sumsel. (Foto-Dedy/Koransn.com)

Palembang, KoranSN

Heryanto (36) oknum Ketua RT yang berada di kawasan Desa Jati Mulya OKUT dan Dwi Nurul Iman (32), oknum pegawai honorer di salah satu instansi pemerintahan di OKUT, Senin (3/10/2016 diterjang timah panas aparat kepolisian Unit IV Subdit III Jatanras Ditreskrimum.

Keduanya diringkus lantaran telah melakukan aksi pencurian dan kekerasan dengan menyekap korbannya di Desa Jati Mulaya Kecamatan Belitang Madang Jaya Kabupaten OKUT, Selasa 8 Maret 2016 pukul 03.00 WIB lalu.

Selain meringkus kedua tersangka, polisi juga meringkus Rinto Harahap (34), yang juga terlibat dalam aksi pencurian disertai penyekapan korban.

Ketiga tersangka yang semuanya tercatat sebagai warga Desa Jati Mulaya ini ditangkap aparat kepolisian yang langsung dipimpin Kompol Zainury. Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menembak betis masing-masing tersangka lantaran saat akan ditangkap, ketiganya mencoba melarikan diri dari kepungan anggota kepolisian.

Dikatakan tersangka Heryanto, di desanya dirinya sudah tiga tahun menjadi Ketua RT. Ia mengaku khilaf, ikut dalam aksi pencurian tersebut setelah diajak oleh rekannya Dwi Nurul Iman.

“Jadi otak pencurian ini adalah Dwi Nurul Iman. Saya hanya ikut-ikutan saja. Bahkan saat melakukan aksi pencurian dan penyekapan korban, saya hanya bertugas menunggu di luar rumah korban untuk mengawasi situasi sekitar,” katanya.

Masih diungkapkannya, dalam aksi pencurian tersebut dilakukannya bersama empat rekannya yakni Dwi Nurul Iman, Hariyanto Andi (DPO), serta Bro (DPO). Usai berhasil mencuri uang Rp 10 juta dan dua unit sepeda motor milik korban, sampai saat ini dirinya mengaku belum mendapat bagian.

Baca Juga :   3 Kg Sabu Tangkapan BNNP Sumsel Dimusnahkan

“Sumpah Pak! saya tidak dapat bagian sepeserpun. Sebab, uang Rp 10 juta dan dua unit sepeda motor yang dicuri dari rumah korban dibawa oleh Dwi Nurul Iman, Andi (DPO), serta Bro (DPO),” ujar bapak anak satu ini.

Sementara tersangka Rinto Harahap mengungkapkan, jika dirinya ikut dalam aksi pencurian tersebut juga setelah diajak oleh Dwi Nurul Iman.

“Dwi Nurul Iman itu teman satu desa dan teman saya sejak kecil. Saya mau ikut mencuri karena dia mengajaknya. Ketika beraksi, saya dan Pak RT Heryanto hanya menunggu di luar rumah. Sedangkan yang masuk ke dalam rumah korban yakni, Dwi Nurul Iman, Andi, serta Bro. Setelah beraksi dan sampai kini saya juga tidak mendapat uang bagian sebab usai kejadian Dwi Nurul Iman langsung menghilang membawa sepeda motor korban dan uang Rp 10 juta yang dirampas dalam aksi pencurian tersebut,” paparnya.

Lebih jauh dikatakan Rinto Harahap, dalam aksi tersebut dilakukannya bersama rekannya dengan mendobrak pintu dapur rumah korban menggunakan dua balok kayu. Setelah itu, Dwi Nurul Iman, Andi, dan Bro masuk ke dalam rumah.

“Ketika itulah korban terbangun, kemudian korban langsung kami ikat menggunakan tali. Setelah itu, saya langsung keluar rumah lalu Dwi Nurul Iman, Andi, dan Bro mencari barang-barang berharga milik korban, hingga didapatkan uang Rp 10 juta dan dua unit sepeda motor tersebut,” tandasnya.

Sementara tersangka Dwi Nurul Iman enggan berkomentar banyak. Tersangka tetap mengaku jika dirinya tidak ikut dalam aksi pencurian tersebut. “Saya tidak ikut melakukan pencurian tersebut,” ucapnya singkat.

Baca Juga :   Kedapatan Miliki Sabu Janda Asal Lahat Dibekuk Polisi

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TH Silitonga didampingi Kasubdit III AKBP Hans Rahmatullah mengungkapkan, para tersangka ditangkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan berdasarkan laporan dari korbannya.

“Memang tersangka Dwi Nurul Iman ini merupakan oknum pegawai honorer di salahsatu instansi di OKUT, bahkan tersangka tak mengakui aksi tersebut. Tapi, dari keterangan saksi-saksi dan barang bukti, diketahui jika tersangka ini terlibat. Saat ini kita juga masih memburu dua rekan para tersangka, yang kini masih DPO,” tegasnya.

Masih diungkapkan Daniel, kawanan pencuri yang diamankan tersebut merupakan komplotan yang sadis. Hal ini dikarenakan, saat melakukan aksinya para tersangka menyekap dan mengikat korban, bahkan apabila korbannya melakukan perlawanan para tersangka tersebut tak segan-segan melukai korbannya.

“Untuk tersangka Heryanto yang bersangkutan oknum Ketua RT di Desa Jati Mulya OKUT. Tersangka telah mengakui terlibat dalam aksi pencurian tersebut. Sejauh ini, para tersangka mengaku hanya satu kali melakukan aksi pencurian. Namun kasus ini masih terus kita kembangkan, karena kita duga masih ada aksi kejahatan lainnya yang diduga juga pernah dilakukan para tersangka ,” terangnya.

Lanjut Daniel, selain mengamankan ketiga tersangka pihaknya juga mengamankan barang bukti; satu bilah senjata tajam jenis parang, dua balok kayu, tali yang digunakan tersangka untuk mengikat korban, serta sepeda motor.

“Atas perbuatannya ketiga tersangka kita jerat dengan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dan kekerasan,” pungkas Daniel. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Decky Canser

Lihat Juga

Takut Dipukuli Suami, Istri Ikut Bobol Rumah Tetangga

Palembang, KoranSN Fidia (19), warga Jalan Bukti Lama Kelurahan Bukti Baru Palembang, Selasa (11/12/2018) harus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!