Home / Lacak / Oknum PNS di Musirawas Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Lahan

Oknum PNS di Musirawas Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Lahan

Ilustrasi. (foto-net)

Musirawas, KoranSN

Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Musirawas, Sirtani (54) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran lahan.

Tersangka Sirtani merupakan warga Kelurahan O Mangun Harjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musirawas.

Kapolres Musirawas, AKBP Suhendro melalui Kasat Reskrim, AKP Wahyu Setyo Pranoto dikonfirmasi Suara Nusantara, Jumat malam (23/8/2019) membenarkan adanya kasus tersebut.

‚ÄúSudah diproses dan kini ditahan di Mapolres Mura,” ujarnya.

Dijelaskannya, ditetapkannya Sirtani sebagai tersangka karena telah memerintahkan pembakaran lahan di wilayahnya.

“Yang bersangkutan kita panggil untuk menjalani pemeriksaan terkait keterangan dari tersangka Arman yang sebelumnya sudah kita amankan atas kasus pembakaran lahan. Dimana dari keterangan Arman, bahwa dia membakar lahan seluas sekitar 5 hektar, atas perintah tersangka Sirtani,” ujar Kasat.

Baca Juga :   Niat Kerja di Palembang, Berujung ke Sel Tahanan

Masih dikatakannya, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Sirtani, pada Kamis (22/8/2019 ) sekitar pukul 15.30 di Mapolres Musirawas, yang bersangkutan mengakui telah memerintahkan tersangka Arman untuk membakar lahan.

Pembakaran lahan di wilayah Kelurahan O Mangun Harjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musirawas dilakukan pada 10 Agustus 2019.

Menurutnya, dalam kasus ini tersangka Sirtani memberikan upah sebesar Rp 100 ribu kepada tersangka Arman untuk membakar lahan miliknya yang akan ditanami rumput untuk pakan sapi tersebut. Sehingga mengakibatkan lahan seluas sekitar 5 hektar di wilayah tersebut terbakar.

Baca Juga :   Penyelidikan Kecelakaan Speedboat yang Menewaskan 7 Korban di Sungai Musi Dihentikan

Sementara sebelumnya, anggota Satreskrim Polres Musirawas telah mengamankan tersangka Arman (29), warga Kelurahan O Mangunharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musirawas.

“Tersangka dapat dikenai Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf h UU RI No.32 Tahun 2009 Tentang PPLH. Dimana, setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, ancaman hukuman paling singkat penjara 3 tahun dan paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 3 milyar dan paling banyak Rp10 milyar,” ujarnya. (rif)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Motor Masuk Kolong Truk, Guru Patah Kaki

Lubuklinggau, KoranSN Pengendara motor yakni Yesi Lediana (35), PNS guru, warga Jalan Sudirman Kelurahan Jogoboyo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.