Home / Headline / Oknum PNS Disdik Palembang Diduga Pungli Terkait Dana BOS

Oknum PNS Disdik Palembang Diduga Pungli Terkait Dana BOS

Puluhan massa aksi saat berunjuk rasa di halaman Kejati Sumsel. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Puluhan massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda Peduli Palembang, Kamis (7/11/2019) menggelar unjuk rasa di Kejati Sumsel. Kedatangan mereka untuk melaporkan dua oknum PNS di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, yang diduga melakukan Pungli dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya di Sekolah Dasar (SD) se-Kota Palembang.

Koordinator Aksi Rubi Indiarta mengatakan, kedatangan ia dan rekan-rekannya untuk melaporkan kepada Kejati Sumsel terkait adanya dugaan Pungli yang diduga dilakukan oleh dua oknum PNS di Dinas Pendidikan Kota Palembang.

“Dua oknum tersebut diduga meminta uang Pungli kepada seluruh kepala sekolah SD yang berada di Kota Palembang, saat kepala sekolah tersebut mengurus Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Adapun uang yang diduga dimintai kedua oknum tersebut, yakni Rp 500 ribu per kepala sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, dugaan tersebut sudah berlangsung lama dan bukan rahasia umum lagi.

“Bahkan kami memiliki bukti rekaman dan video yang akan kami lampirkan dalam laporan kami ke Kejati Sumsel,” katanya.

Baca Juga :   Kembali, Prajurit Kodam/Swj Tersentuh Oleh Derita Bambang

Lebih jauh dikatakannya, dengan aksi yang digelarnya di Kejati Sumsel maka pihaknya berharap agar jaksa Kejati Sumsel segera mengusut laporan tersebut.

“Karena Pungli ini sama dengan korupsi. Dari itu kami datang ke Kejati Sumsel dengan harapan agar Kejati menegakan keadilan baik di Kota Palembang dan Sumsel. Selain itu, kami juga yakni jika Jaksa di Kejati Sumsel ini masih ada orang-orang yang peduli di bidang pendidikan serta melakukan pemberantasan korupsi,” harapnya.

Sementara Koordinator Bidang Intelijen Kejati Sumsel, Irfan yang menerima massa aksi mengungkapkan, jika laporan yang menjadi tututan massa aksi diterima oleh pihaknya dan segera ditindaklanjuti.

“Untuk laporan yang diterima tentunya akan dilakukan telaah dulu, dan jika nantinya laporan tersebut terbukti ada unsur pidanannya pasti kami tindak lanjuti dengan penyelidikan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Zulinto saat dikonfirmasi Suara Nusantara mengatakan, jika dirinya sudah mengetahui
terkait adanya aksi demo yang digelar massa aksi di Kejati Sumsel tersebut.

Baca Juga :   Jokowi Minta Alex Kirimi Ikan Betok

“Bahkan saya sudah memanggil dua PNS saya yang dilaporkan massa aksi tersebut. Dari keterangan keduanya, mereka tidak melakukan perbuatan seperti yang ditudingkan massa aksi tersebut. Silahkan jika massa aksi mau melaporkan hal tersebut ke Kejati Sumsel, namun saya yakin Jaksa Kejati Sumsel tentunya profesional dalam menanggapi laporan itu,” katanya.

Masih diungkapkannya, dirinya juga berharap jika apa yang dilaporkan massa aksi di Kejati Sumsel didukung dengan bukti yang kuat. Sebab apabila hal tersebut tidak terbukti, tentunya pihaknya akan melakukan langkah hukum.

“Sebab dalam unjuk rasa dan laporan tersebut, massa aksi membawa nama instansi, yakni Dinas Pendidikan Kota Palembang. Makanya jika tidak terbukti kami akan lakukan langkah hukum,” tegasnya.

Dilanjutkannya, terkait dugaan Pungli tersebut, dirinya sebagai kepala dinas selalu menyampaikan dan mengingatkan kepada jajarannya agar melakukan sesuai prosedur terkait penyaluran BOS.

“Bukan hanya itu, saya juga selalu memperingatkan dan mengingatkan kepada jajaran saya, disaat kepala sekolah mengurus dana BOS, tidak boleh menghadap Kabid atau Kasi, namun harus dilakukan pertamuan secara bersama-sama,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Prajurit Yon Zipur 2/SG Sumbang 8 Medali di Porprov Sumsel ke-XII 2019

Palembang, KoranSN Para Prajurit Yon Zipur 2/SG Kodam II/Sriwijaya, berhasil menyumbangkan medali 2 emas, 1 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.